Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 dengan menitikberatkan pada program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu fokus utama adalah upaya penanganan stunting, yang dinilai masih memerlukan alokasi anggaran lebih optimal.
Asisten III Setkab Kukar, Dafip Haryanto, menyebut bahwa setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah mulai memetakan program yang belum teranggarkan, terutama yang mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) serta Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Rencana awal RKPD 2026 telah diberikan pagu oleh Bappeda, dan masing-masing perangkat daerah sudah mulai memetakan program yang belum masuk dalam anggaran,” ujar Dafip Haryanto, pada Jumat (14/3/2025).
Salah satu isu yang menjadi perhatian utama adalah penanganan stunting. Beberapa program dan sub-kegiatan terkait ternyata belum masuk dalam pagu anggaran awal, padahal memiliki peran penting dalam menekan angka stunting di Kukar.
Dafip mencontohkan pendampingan keluarga berisiko stunting sebagai salah satu program yang perlu mendapat alokasi anggaran dalam RKPD 2026. Menurutnya, tanpa pendampingan yang optimal, upaya pencegahan stunting bisa terhambat.
“Kami menemukan ada beberapa program terkait stunting yang belum masuk dalam anggaran awal, salah satunya pendampingan keluarga risiko stunting. Program ini sangat penting dan harus diusulkan dalam RKPD agar dapat dijalankan,” jelasnya.
Selain stunting, program prioritas lain yang ditemukan dalam evaluasi tahun 2023 dan 2024 juga akan diajukan dalam rencana kerja OPD. Semua usulan yang telah disampaikan dalam forum perencanaan, telah dicatat dan akan menjadi bagian dari pembahasan lebih lanjut.
Dengan langkah ini, Pemkab Kukar berharap program-program strategis yang belum mendapatkan alokasi anggaran dalam RKPD awal dapat kembali diusulkan dan mendapat perhatian lebih serius.
“Ini bukan sekadar memastikan program berjalan, tapi juga memastikan anggaran benar-benar dialokasikan untuk hal yang memiliki dampak besar bagi masyarakat,” tutupnya. (ADV Diskominfo Kukar/ dp-as)