Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Desa Teluk Dalam di Kecamatan Tenggarong Seberang mulai dikenal sebagai sentra penghasil madu kelulut berkualitas. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Supian, budidaya lebah tanpa sengat ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan tambahan warga, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi lokal berbasis potensi desa.
“Alhamdulillah, madu kelulut kini menjadi tumpuan baru bagi kesejahteraan masyarakat kami,” ujar Supian saat ditemui pada Minggu (29/6/2025).
Setiap bulan, para peternak di desa tersebut mampu memproduksi hingga 250 botol madu kelulut. Produk ini berasal dari lebah kecil tanpa sengat yang dikenal memiliki kandungan gizi tinggi serta beragam manfaat kesehatan, seperti meningkatkan imunitas hingga berperan sebagai antibakteri alami.
Supian menyebut kesuksesan ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya Dinas Kehutanan Kalimantan Timur yang memberikan pembinaan teknis dan pendampingan langsung di lapangan. Ia mengapresiasi kolaborasi tersebut sebagai kunci keberhasilan awal.
Meski masih mengandalkan pemasaran lokal secara konvensional, permintaan terhadap madu kelulut terus meningkat. Supian optimistis, produk unggulan desanya ini memiliki peluang besar untuk menembus pasar regional bahkan nasional.
“Potensi kami besar. Sekarang tinggal bagaimana memperkuat sisi pengemasan dan merek agar madu ini punya daya saing di luar,” jelasnya.
Ia pun mendorong keterlibatan lebih luas dari pemerintah dan pelaku usaha swasta untuk mempercepat pengembangan industri madu kelulut secara berkelanjutan.
“Madu kelulut dari Teluk Dalam bukan sekadar produk kesehatan. Ia menjadi wujud semangat baru dan harapan ekonomi bagi desa kami,” pungkas Supian.(ADV Diskominfo Kukar/ dp-as)







