Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Pemerintah Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, kembali menyoroti mangkraknya sejumlah fasilitas umum yang telah direhabilitasi namun belum difungsikan secara optimal. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Taman Replika, sebuah area edukatif yang kini justru disalahgunakan karena tidak adanya pengawasan.
Lurah Panji, Isnaniah, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berkali-kali mengangkat isu ini dalam berbagai forum resmi, seperti rapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun hingga kini, belum ada kejelasan instansi mana yang bertanggung jawab mengelola taman tersebut.
“Miniatur itu sudah diperbaiki, tapi belum juga difungsikan. Asetnya masih milik Dinas PU. Kami juga belum tahu apakah sudah dialihkan ke Dinas Pendidikan atau Dinas Pariwisata, karena ada unsur edukasi di sana,” jelas Isnaniah, Senin (30/6/2025).
Ketiadaan pengelolaan dan pengawasan membuat taman tersebut menjadi tempat berkumpul anak-anak dan remaja untuk hal-hal yang tidak sesuai. Bahkan ditemukan aktivitas negatif seperti merokok, minum minuman keras, hingga bolos sekolah di area taman.
“Linmas kami sering turun tangan membubarkan mereka. Karena aksesnya terbuka dan tak ada penjagaan, mereka bebas keluar masuk,” tegasnya.
Kondisi serupa juga dialami Waduk Panji, yang menurut Isnaniah, belum dikelola secara maksimal meski memiliki potensi besar sebagai ruang publik. Ia menegaskan bahwa meskipun kelurahan tidak memiliki hak kelola langsung, pihaknya siap membantu jika ada kejelasan dan dukungan dari instansi terkait.
“Kami ini hanya pemangku wilayah. Tapi kalau memang tidak ada yang kelola, kami siap libatkan karang taruna dan linmas untuk mengelola secara swadaya,” ujarnya.
Meski memiliki keterbatasan kewenangan, Isnaniah menyatakan bahwa Kelurahan Panji tetap berkomitmen menjaga ketertiban dan kebersihan wilayah. Apalagi hampir semua objek wisata kota berada di bawah wilayah administratif Panji.
“Taman Kota Raja dan tempat wisata lainnya itu semua masuk Panji. Kami merasa punya tanggung jawab moral untuk menjaga, karena ini bagian dari wajah kelurahan kami,” tutupnya.(ADV Diskominfo Kukar/ dp-as)







