Samarinda, Kalimantan Timur — Program bantuan pendidikan GratisPOL kembali menunjukkan dampak nyata bagi mahasiswa perguruan tinggi. Salah satu penerima manfaatnya adalah *Nabila*, mahasiswi Politeknik Bormed, yang merasakan perubahan besar dalam perjalanan studinya sejak program ini hadir.
Bagi Nabila, biaya kuliah sebelumnya menjadi salah satu beban terbesar keluarganya. UKT yang semula berada di kisaran *Rp5 juta ke atas*, membuat keluarganya harus melakukan penyesuaian finansial sebelumnya. Ayahnya bekerja sebagai karyawan swasta di sebuah bank, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga tanpa penghasilan tetap.
Namun keadaan berubah ketika Nabila dinyatakan lolos sebagai penerima bantuan GratisPOL. Melalui program ini, biaya UKT yang harus ia bayarkan kini hanya *sekitar Rp2,5 juta*, separuh dari jumlah sebelumnya. Keringanan ini memberikan napas lega bagi keluarganya.
“Program GratisPOL ini sangat membantu biaya selama kuliah, terutama untuk pembayaran UKT. Jadi kami mahasiswa tidak terlalu berat untuk biaya kuliah, pengeluaran juga jadi lebih sedikit”, ujar Nabila, Senin (17/11/2025).
Tak hanya membantu secara finansial, perubahan itu juga membawa dampak psikologis bagi Nabila. Ia mengaku semakin termotivasi untuk menyelesaikan studinya dengan baik.
“Jadi lebih semangat buat kuliah karena biaya sudah dibantu. Ada rasa tidak mau menyia-nyiakan kesempatan dari adanya program GratisPOL ini”, tuturnya.
Bagi keluarganya, program ini menjadi angin segar. Beban pengeluaran yang sebelumnya cukup besar kini jauh lebih ringan, membuat Nabila dan orang tuanya bisa lebih fokus pada kebutuhan lain.
“Dengan UKT yang berkurang, kondisi ekonomi keluarga saya lebih terbantu. Jadi tidak seberat sebelumnya”, jelasnya.
Di akhir wawancara, Nabila berharap program GratisPOL terus berjalan dan semakin berkembang agar lebih banyak mahasiswa bisa merasakan manfaat yang sama.
“Semoga ke depannya program GratisPOL semakin sukses dan maju, sehingga banyak mahasiswa perguruan tinggi lain bisa mendapatkan bantuan ini”, harapnya.
Kisah Nabila menjadi salah satu bukti bahwa program bantuan pendidikan tidak hanya meringankan beban biaya, tetapi juga membangkitkan motivasi belajar dan membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda.(er/ADV Diskominfo Kaltim)







