Beranda Daerah Umrah dari Pengabdian: Marbot Muda Samarinda Raih Kesempatan ke Tanah Suci Lewat...

Umrah dari Pengabdian: Marbot Muda Samarinda Raih Kesempatan ke Tanah Suci Lewat GratisPOL

126
0
BERBAGI

Samarinda, Kalimantan Timur – Keberangkatan Anas, pemuda 22 tahun yang sehari-hari menjadi marbot di Masjid Asyuhada, Sengkotek, Samarinda Seberang, bukan sekadar perjalanan ibadah. Bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda ini, umrah adalah jawaban atas impian masa kecil dan doa-doa panjang keluarganya. Kesempatan berharga ini ia dapatkan melalui Program GratisPOL yang digulirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Seneng dan bahagia banget karena ini memang impian dari kecil. Waktu kecil saya cuma dengar cerita dari orang tua dan nenek. Tapi nenek saya waktu haji pernah berdoa supaya semua cucunya bisa sampai ke Baitullah. Saya percaya keberangkatan ini salah satu jawaban dari doa beliau,” ujarnya dengan wajah berbinar.

Anas mengaku tidak pernah membayangkan kapan dirinya dapat menginjakkan kaki di Tanah Suci. Pengabdiannya sebagai marbot ia jalani dengan tulus—menjaga kebersihan masjid, memastikan kenyamanan jamaah, dan merawat rumah ibadah seperti rumahnya sendiri. Maka ketika namanya terpilih sebagai penerima umrah gratis dari Pemprov Kalimantan Timur melalui Program GratisPOL, ia sempat terharu.

“Niatnya memang cuma ingin ngabdi ke agama. Pas tahu bakalan berangkat, rasanya campur aduk: terharu, bersyukur, bahagia banget,” katanya, Selasa (18/11/2025).

Bagi Anas, perjalanan ini membawa makna mendalam. Ia menyebutnya sebagai momen menata ulang hati—kesempatan untuk membersihkan diri, menenangkan jiwa, dan kembali mengingat tujuan hidup yang sering kabur karena kesibukan.

“Harapan saya sederhana saja,” ucapnya lirih. “Semoga perjalanan ini membuka pintu kebaikan yang lebih luas, menghapus kesalahan saya, dan membawa pulang hati yang lebih bersih. Dan semoga keberkahan dari perjalanan ini bisa mengalir ke keluarga.”

Dari sekian pengalaman spiritual, ada satu momen yang paling membekas bagi Anas.

“Sesibuk apa pun orang di sana, kalau sudah waktu salat ya salat. Pedagang, pembeli—semua tinggalkan aktivitas dan langsung menuju masjid. Itu hal yang jarang saya lihat di Samarinda,” kenangnya.
Bagi Anas, pemandangan itu menjadi pengingat bahwa ibadah bukan sekadar rutinitas, melainkan prioritas hidup.
Anas menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atas kesempatan berharga ini. Program umrah gratis yang ia terima merupakan bagian dari wujud nyata janji GratisPOL.

“Bagi saya pribadi, ini bukan sekadar bantuan, tapi penghargaan kepada para marbot dan penjaga rumah ibadah. Selama ini kami bekerja dalam diam, menjaga kebersihan dan ketertiban masjid agar jamaah nyaman,” tegasnya.

Ia menilai bahwa hadirnya program ini membuat profesi marbot semakin dihargai.

“Dulu mungkin dianggap cuma tugas rutin, tapi ternyata pemerintah memberi perhatian besar. Ini menambah semangat saya untuk terus ikhlas menjaga rumah ibadah.”, tutur anas.

Kini, setelah perjalanan umrah, Anas membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman. Ia membawa keyakinan baru, hati yang lebih ringan, serta tekad untuk menjadi pribadi yang lebih sabar dan bersyukur.

“Saya ingin pulang sebagai manusia yang lebih baik, dan semoga keberkahan ini tidak berhenti di saya, tapi mengalir ke keluarga, teman, dan jamaah masjid,” katanya.

Perjalanan Anas menjadi bukti bahwa pengabdian yang dilakukan dalam diam pun dapat membuka jalan menuju tempat suci. Melalui Program GratisPOL, Pemprov Kaltim memberi ruang penghormatan yang layak bagi para penjaga rumah ibadah—mereka yang setiap hari memastikan masjid tetap menjadi tempat yang hidup, bersih, dan nyaman bagi semua umat. (er/ADV Diskominfo Kaltim)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here