Beranda Daerah Kuliah Sambil Bekerja, Ataka Temukan Harapan Baru Lewat Program GratisPOL

Kuliah Sambil Bekerja, Ataka Temukan Harapan Baru Lewat Program GratisPOL

139
0
BERBAGI

Samarinda, Kalimantan Timur – Di sela-sela kesibukannya sebagai mahasiswa yang juga bekerja, Ataka—mahasiswa STMIK Borneo Internasional—menyimpan cerita tentang perjuangan, harapan, dan kesempatan kedua yang tidak ingin ia sia-siakan. Baginya, kesempatan kuliah adalah jalan untuk mengubah masa depan, namun biaya pendidikan kerap menjadi tembok besar yang sulit dilewati. Itulah sebabnya hadirnya Program GratisPOL menjadi titik balik yang ia syukuri.

“Program GratisPOL ini sangat membantu saya dalam kebutuhan pendidikan dan meringankan biaya kuliah,” ujar Ataka mengawali ceritanya.

Sebagai mahasiswa yang harus membagi waktu antara bekerja dan kuliah, keberadaan program ini membuat perjalanan akademiknya jauh lebih ringan. Seluruh biaya UKT dan kebutuhan akademik kini tertangani, sehingga Ataka bisa memfokuskan gajinya untuk biaya hidup sehari-hari.

“GratisPOL untuk kuliahnya, dan gaji kerja untuk biaya hidup saya,” tambahnya. Sederhana, tetapi sangat berarti.

Tidak hanya Ataka yang merasakan manfaatnya. Bantuan ini turut meringankan beban ekonomi keluarga. Ibunya bekerja sebagai guru TK, sementara ayahnya adalah PNS sekaligus guru SMP dan SMA. Dengan tiga anak yang harus dibiayai, bantuan pendidikan seperti ini memberi ruang napas bagi keluarga kecil itu.

“Orang tua saya nggak pusing lagi mikirin biaya kuliah saya,” katanya, Rabu (19/11/2025).

Meski harus menjalani dua peran sekaligus sebagai mahasiswa dan pekerja, Ataka menyimpan alasan kuat untuk terus melangkah: mewujudkan impian secepat mungkin.

“Motivasi saya adalah menyelesaikan pendidikan secepatnya. Kesempatan tidak datang dua kali,” tuturnya penuh keyakinan.

Program GratisPOL bukan hanya mengurangi beban, tetapi juga menyalakan kembali semangat kuliahnya—sebuah semangat yang mungkin akan padam jika tekanan ekonomi terus menumpuk.

Di balik rasa syukur yang ia sampaikan, Ataka memendam harapan besar terhadap masa depan program ini.

“Harapan saya, semoga program GratisPOL ini selalu ada seterusnya. Agar Indonesia bisa mencetak generasi yang semangat belajar,” ujarnya.

Ia percaya, semakin banyak pemuda yang terbantu, semakin besar pula peluang untuk menciptakan masa depan bangsa yang lebih cerdas dan berdaya. Program ini, menurutnya, bukan sekadar bantuan finansial—melainkan suntikan semangat kolektif bagi anak-anak daerah yang ingin kuliah namun terkendala biaya.(er/ADV Diskominfo Kaltim)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here