Samarinda, Kalimantan Timur — Bagi Audhy Yurindha Maharani, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), kesempatan mendapatkan Program GratisPOL bukan sekadar bantuan pendidikan. Program ini baginya adalah nafas baru—jalan sunyi yang membuka peluang untuk melanjutkan kuliah tanpa rasa was-was soal biaya, tanpa harus memikirkan bagaimana meringankan beban orang tua, dan tanpa harus memilih antara bekerja atau menyelesaikan studi tepat waktu.
“Menurut saya, dapatnya program GratisPOL itu sangat menguntungkan, Program ini sangat membantu mahasiswa yang ekonominya terbatas, dan benar-benar meringankan beban orang tua” ucap Audhy pelan namun mantap
Seperti banyak mahasiswa lain, Audhy memahami betul bagaimana beratnya perjuangan teman-teman sebayanya yang harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Tidak sedikit dari mereka yang bertahan dengan jadwal padat demi bisa membayar UKT setiap semester. Di tengah tekanan itu, kehadiran GratisPOL menjadi angin segar yang mengubah ritme hidup.
“Banyak mahasiswa yang kerja buat membayar uang kuliah, maka dari itu, dengan adanya program GratisPOL sangat mengatasi dan membantu perekonomian” tuturnya, Rabu (19/11/2025).
Baginya, program ini bukan hanya soal bebas biaya, tetapi juga tentang kesempatan untuk benar-benar fokus pada studi—sesuatu yang tidak bisa dinikmati oleh semua mahasiswa.
Audhy mengakui bahwa sebelum menerima program ini, ia sempat khawatir apakah bisa terus melanjutkan kuliah tanpa membebani orang tua. Kesadaran itu menjadi salah satu alasan mengapa ia ingin kuliah lebih giat, berprestasi, dan lulus tepat waktu. Namun tekanan biaya kadang membuat perjalanan akademiknya terasa berat.
“Program GratisPOL sangat mempengaruhi kelancaran studi kami yang mendapatkannya, Karena nggak perlu lagi pusing bayar kuliah gimana” jelasnya.
Bagi mahasiswa yang harus berjuang sendiri tanpa dukungan orang tua, atau mereka yang yatim piatu, program seperti ini terasa jauh lebih besar dari sekadar bantuan. Ia menyebutnya sebagai penyelamat motivasi dan semangat belajar.
Bagi Audhy, efek GratisPOL sangat terasa pada kehidupannya sendiri. Ia merasa lebih tenang, lebih fokus, dan jauh lebih termotivasi untuk meraih gelar sarjana.
“Program ini sangat berpengaruh bagi ekonomi saya, Saya ingin mengurangi beban orang tua saya, dan dengan adanya GratisPOL bikin saya semangat buat kuliah dan lulus tepat waktu” katanya.
Meski bersyukur, Audhy tetap menyimpan harapan besar agar program ini terus berjalan, bahkan semakin berkembang. Menurutnya, kesempatan untuk mendapatkan GratisPOL seharusnya semakin diperluas, terutama bagi mahasiswa dengan latar belakang ekonomi yang benar-benar membutuhkan.
“Saya berharap dengan adanya program GratisPOL dapat mempermudah banyak mahasiswa untuk mendapatkannya, dan lebih mendahulukan latar belakang mahasiswa yang sangat membutuhkan, serta terus berproses tahun demi tahun” ujarnya.(er/ADV Diskominfo Kaltim)







