Samarinda, Kalimantan Timur – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Haji Baba, menegaskan bahwa program Gratispol Pendidikan harus dikawal bersama agar dapat berjalan optimal tanpa mengorbankan faktor penting lain dalam pembangunan pendidikan di daerah. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam kegiatan *Tuk Ki Tak Ki Tuk Gratispol Pendidikan yang digelar di Samarinda.
Dalam sambutannya, Haji Baba membuka dengan apresiasi kepada Wakil Gubernur Kalimantan Timur serta jajaran pemerintah daerah yang hadir, sekaligus menekankan pentingnya sebuah pendidikan untuk jangka panjang khususnya di Kalimantan Timur.
Haji Baba menggarisbawahi bahwa pendidikan tidak boleh dilihat sebagai pengeluaran, tetapi sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
“Pendidikan itu not spending, but investment. Kami bersyukur punya gubernur dan wakil gubernur yang memandang pendidikan dari sudut itu, bukan sekadar beban pembiayaan,” katanya.
Ia mengakui bahwa program Gratispol membebani APBD cukup besar, tetapi DPRD tetap mendukung penuh karena manfaat jangka panjangnya jauh lebih besar.
“Kami di DPRD tentu dalam fungsi pengawasan akan menjaga 100 persen pelaksanaan Gratispol agar sesuai tujuan. Ini pilihan strategis untuk masa depan Kalimantan Timur,” tegasnya, Kamis (20/11/2025).
Meski pembayaran UKT melalui Gratispol menjadi program unggulan, Haji Baba mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh pembiayaan. Menurutnya, ada lima faktor yang harus diurus secara menyeluruh:
1. *Pembiayaan pendidikan*, termasuk program pembebasan UKT/IPP.
2. *Kurikulum*, yang menjadi ranah pemerintah pusat namun harus tetap disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
3. *Sarana dan prasarana pendidikan*, yang menurutnya masih sangat banyak butuh renovasi, peningkatan, bahkan pembangunan sekolah baru di beberapa daerah.
4. *Kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik*, yang harus ditingkatkan agar guru dan tenaga kependidikan dapat memberikan performa terbaik.
5. *Aksesibilitas pendidikan*, terutama bagi masyarakat dari wilayah terpencil yang biaya transportasi dan akses fisiknya masih menjadi kendala besar.
“Ada banyak sekolah kita yang perlu diperbaiki. Tidak sedikit daerah yang masih membutuhkan sekolah baru. Ini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru,” tambahnya.
Haji Baba menegaskan bahwa Gratispol harus berjalan maksimal, tetapi empat pilar penting lainnya tidak boleh diabaikan. Menurutnya, pemerataan akses dan kualitas pendidikan adalah bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang tidak bisa dipisahkan.
“Gratispol harus optimal, tapi empat faktor lainnya tidak boleh dikorbankan. Semua harus berjalan beriringan demi masa depan Kalimantan Timur,” pungkasnya.(er/ADV Diskominfo Kaltim)







