Beranda Daerah Ketika GratisPOL Menjadi Penopang Mimpi: Kisah Hafizh, Mahasiswa BORMED yang Semakin Mantap...

Ketika GratisPOL Menjadi Penopang Mimpi: Kisah Hafizh, Mahasiswa BORMED yang Semakin Mantap Menyelesaikan Studi

114
0
BERBAGI

Samarinda, Kalimantan Timur — Tahun 2025 menjadi tahun penting bagi dunia pendidikan Kalimantan Timur. Pemerintah Provinsi Kaltim resmi meluncurkan Program pendidikan gratis ‘GratisPOL’, sebuah terobosan yang membuka akses pendidikan tanpa biaya bagi seluruh warga Kaltim, mulai jenjang S1 hingga S2. Program ini hadir sebagai jawaban atas keresahan banyak keluarga yang selama ini terbebani biaya pendidikan tinggi.

Di antara ribuan mahasiswa penerima manfaat, Hafizh, mahasiswa Poltek BORMED, menjadi salah satu yang merasakan langsung dampak besar dari program ini. Baginya, GratisPOL bukan hanya kebijakan pemerintah—tetapi penopang mimpi yang membuatnya bisa terus melangkah tanpa dihentikan keterbatasan ekonomi.

Sebelum program ini hadir, Hafizh mengakui bahwa perjalanan akademiknya kerap diwarnai kekhawatiran soal biaya. Orang tuanya bekerja di sektor informal dengan pendapatan yang tidak selalu stabil. Situasi itu membuat biaya pendidikan menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga.

“Program GratisPOL memberi dukungan yang sangat berarti untuk kelancaran studi saya. UKT jadi lebih ringan, kebutuhan harian bisa terpenuhi lebih stabil, dan keperluan akademik seperti buku dan alat tulis juga terbantu,” ungkapnya, Senin (24/11/2025).

Keringanan itu membuat kesehariannya di kampus jauh lebih tenang. Ia tidak lagi harus menghitung-hitung biaya tambahan untuk sekadar membeli perlengkapan kuliah atau memenuhi kebutuhan pokok.

Salah satu perubahan terbesar yang dirasakan Hafizh adalah meningkatnya ketenangan dalam menjalani perkuliahan. Tanpa beban biaya yang menekan, ia mampu berfokus penuh pada mata kuliah dan tugas-tugas akademik.

“Saya jadi lebih fokus, lebih konsisten belajar, dan yang paling penting motivasi saya untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu meningkat. Tidak ada lagi rasa was-was soal biaya,” ujarnya.

Dibandingkan sebelumnya, Hafizh kini merasa lebih yakin menargetkan pencapaian akademik yang lebih tinggi. Ketenangan finansial yang diberikan program ini membukakan ruang bagi dirinya untuk berkembang.
Manfaat GratisPOL tidak hanya dirasakan Hafizh sebagai mahasiswa, tetapi juga oleh keluarganya. Dengan berkurangnya beban biaya kuliah dan kebutuhan akademik, kondisi ekonomi rumah tangga menjadi lebih stabil.

“Orang tua saya bekerja di sektor informal, pemasukan tidak selalu tetap. Dulu biaya pendidikan sering jadi beban besar. Sekarang, GratisPOL sangat meringankan beban itu,” katanya.

Baginya, program ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap mahasiswa yang berjuang dari kondisi ekonomi terbatas. Bantuan itu terasa bukan hanya sebagai subsidi pendidikan, tetapi sebagai ruang bernapas bagi keluarga

Tidak berpuas diri sebagai penerima manfaat, Hafizh menyampaikan harapan agar program ini terus berjalan dan diperluas cakupannya.

“Saya berharap GratisPOL terus berlanjut, semakin ditingkatkan, dan tetap tepat sasaran. Semoga semakin banyak mahasiswa yang punya ekonomi terbatas dapat merasakan manfaat yang sama seperti saya,” ujarnya.

Ia percaya bahwa keberlanjutan program ini akan membantu memperbaiki kualitas sumber daya manusia Kaltim, sekaligus memastikan lebih banyak generasi muda dapat menyelesaikan pendidikannya tanpa terhalang beban biaya.(er/ADV Diskominfo Kaltim)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here