Beranda Daerah Mahasiswi Kebidanan Bormed Rasakan Manfaat Besar Program GratisPOL: “Beban Kuliah Saya Jadi...

Mahasiswi Kebidanan Bormed Rasakan Manfaat Besar Program GratisPOL: “Beban Kuliah Saya Jadi Jauh Lebih Ringan”

122
0
BERBAGI

Samarinda, Kalimantan Timur — Ayu Wulandari, mahasiswi jurusan Kebidanan di Politeknik Bormed, tak pernah membayangkan bahwa perjalanan pendidikannya bisa berlangsung lebih tenang seperti sekarang. Sebagai anak dari seorang ayah yang berprofesi sebagai petani dan ibu rumah tangga, biaya kuliah sempat menjadi kekhawatiran besar bagi keluarganya. Namun, kehadiran Program GratisPOL mengubah hampir seluruh dinamika itu.

“Program GratisPOL sangat membantu saya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan. Beban finansial saya jauh lebih ringan,” ujar Ayu membuka percakapan.

Sebelum menerima bantuan, Ayu dan keluarganya harus memutar otak setiap semester untuk menutup biaya kuliah. Namun setelah menjadi penerima manfaat, pembayaran UKT tidak lagi menjadi momok.

“Pembayaran UKT jadi lebih terjangkau, jadi saya bisa fokus belajar tanpa harus terlalu khawatir mencari biaya tambahan”, jelasnya, Senin (24/11/2025).

Ayu mengaku bahwa keringanan itu membuatnya lebih konsisten mengikuti perkuliahan. Tidak ada lagi keterlambatan pembayaran yang sebelumnya kerap menimbulkan tekanan tambahan di tengah aktivitas belajar.

Tak hanya UKT, bantuan yang ia terima juga menutup sebagian biaya hidup serta kebutuhan akademik seperti buku, modul, hingga perlengkapan tugas.

“Dengan bantuan itu, saya mengikuti kuliah dengan lebih stabil karena kebutuhan dasar dan sarana belajar benar-benar terpenuhi,” ungkapnya. Dukungan tersebut, menurutnya, sangat berpengaruh terhadap kelancaran studi. Ayu bercerita bahwa program ini membuatnya lebih bersemangat mempertahankan prestasi.

“GratisPOL meningkatkan motivasi saya untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Dengan beban biaya yang jauh berkurang, saya jadi lebih fokus dan termotivasi untuk tetap layak menerima bantuan ini.”

Dampak terbesar justru dirasakan oleh keluarganya di rumah. Sebelum menerima bantuan, orang tua Ayu harus menyisihkan pendapatan untuk menutupi berbagai kebutuhan kuliah anaknya. Sebagai keluarga dengan pendapatan pas-pasan, hal itu menjadi tantangan tersendiri.

“Setelah mendapatkan bantuan GratisPOL, pengeluaran keluarga jauh lebih ringan. Orang tua saya tidak lagi terbebani dengan UKT dan kebutuhan akademik saya,” ujarnya.

Pendapatan keluarga kini bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya yang lebih mendesak. Ayu menyebut, keberadaan program ini bukan hanya meringankan beban finansial, tetapi juga membawa ketenangan bagi seluruh anggota keluarga.

Sebagai penerima manfaat, Ayu tak ragu menyebut GratisPOL sebagai program yang sangat dibutuhkan mahasiswa dengan kondisi ekonomi terbatas. Ia berharap keberlanjutan program dapat terus dijaga bahkan diperluas.

“Bantuan ini sangat berarti, bukan hanya buat saya tapi juga untuk mahasiswa lain yang punya kendala finansial. Saya berharap program ini bisa diperluas, baik jumlah penerimanya maupun bentuk bantuannya,” ucapnya penuh harap.

Menurutnya, GratisPOL layak menjadi komitmen jangka panjang untuk menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan merata.(er/ADV Diskominfo Kaltim)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here