Samarinda, Kalimantan Timur — Bagi sebagian mahasiswa, biaya UKT mungkin hanya formalitas administrasi di awal semester. Namun tidak bagi Bunga Amelia Laraszati. Mahasiswi Manajemen Universitas Mulawarman ini masih ingat betul saat di awal semester selalu dibayangi rasa cemas: bagaimana cara membayar UKT tepat waktu tanpa membebani ayahnya yang bekerja sebagai karyawan leasing.
“Waktu sebelum ada bantuan, UKT itu bener-bener jadi beban terbesar, saya selalu takut ngerepotin orang tua”, kenang bunga.
Kekhawatiran itu akhirnya mereda ketika ia terdaftar sebagai penerima Program Pendidikan GratisPOL 2025, program bantuan biaya pendidikan dari pemerintah yang menyasar mahasiswa S1 hingga S3. Sejak saat itu, ritme kuliahnya berubah total.
Kehilangan satu beban besar seperti UKT membuat hidup Bunga terasa lebih ringan. Setiap semester yang sebelumnya penuh perhitungan kini bisa ia jalani dengan lebih santai dan fokus.
“Karena UKT sudah ditanggung, saya jadi bisa ngejalanin kuliah lebih enjoy. Nggak lagi mikirin biaya tiap mau masuk semester,” tuturnya sat diwawancarai Senin (24/11/2025).
Ayahnya pun tak lagi harus memutar uang untuk biaya kuliah, karena pengeluaran besar itu sudah hilang dari daftar kewajiban keluarga.
“Walaupun ayah kerja, biaya UKT itu lumayan besar. Jadi pas ada GratisPOL, keluarga saya nggak kewalahan lagi,” tambahnya.
Dengan UKT ditanggung, Bunga jadi punya ruang untuk mengelola keuangan akademiknya sendiri. Hal-hal kecil yang sering terlupakan, seperti mencetak tugas, membeli buku, atau perlengkapan kuliah, kini dapat ia penuhi tanpa merasa bersalah atau ragu.
“Dulu kalau mau print tugas aja mikir dulu. Sekarang lebih leluasa,” ucapnya sambil tersenyum.
Bagi Bunga, kemudahan ini membuat kuliahnya lebih lancar. Tak ada lagi perasaan tertinggal hanya karena kekurangan uang untuk kebutuhan sederhana di kampus.
Bantuan itu tak hanya mengubah kondisi finansial, tetapi juga memengaruhi cara Bunga memandang masa depannya. GratisPOL membuatnya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk belajar lebih baik.
“Saya jadi lebih semangat. Rasanya harus bisa lulus tepat waktu, bahkan kalau bisa lebih cepat,” katanya.
Kepercayaan yang ia dapatkan lewat program ini menjadi pemacu untuk menjaga nilai dan menyelesaikan studinya dengan hasil yang membanggakan.
Melihat dampak yang begitu nyata, Bunga berharap GratisPOL dapat terus hadir sebagai penyelamat bagi banyak mahasiswa di Kalimantan Timur.
“Harapan saya program ini terus berlanjut, bahkan ditingkatin lagi. Karena manfaatnya besar banget buat mahasiswa yang memang butuh bantuan biaya,” ujarnya.
Bunga juga berharap prosesnya tetap mudah dan penerimanya tetap tepat sasaran—agar mahasiswa yang benar-benar membutuhkan bisa merasakan perubahan hidup seperti yang ia alami.(er/ADV Diskominfo Kaltim)







