Beranda Daerah Hadapi Tantangan Zaman, Kukar Perkuat Da’i dan Da’iyah Kuasai Komunikasi Digital dan...

Hadapi Tantangan Zaman, Kukar Perkuat Da’i dan Da’iyah Kuasai Komunikasi Digital dan Kepekaan Sosial

135
0
BERBAGI
kegiatan Penguatan Peran Da’i dan Da’iyah di Kukar

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Taufik Hidayat, membuka kegiatan Penguatan Peran Da’i dan Da’iyah dalam Layanan Keagamaan di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kukar, Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini bertujuan menjadikan para penyampai pesan agama lebih efektif, responsif, dan sesuai dengan dinamika masyarakat kekinian.

Dalam pesan tertulis Bupati Kukar yang dibacakan Akhmad Taufik Hidayat, ditekankan bahwa peran Da’i dan Da’iyah sangat vital sebagai obor penerang moral dan akhlak. Namun, metode dakwah di era modern tidak bisa lagi statis dan harus selaras dengan perkembangan zaman.

“Mimbar dakwah hari ini tidak lagi terbatas pada ruang fisik masjid, melainkan telah merambah ke ruang-ruang digital dan dinamika sosial yang kompleks,” ujar Akhmad Taufik Hidayat.

Para Da’i dan Da’iyah dituntut mampu menguasai metode komunikasi kekinian dan mengemas pesan agama dengan bahasa yang santun, logis, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda. Penguasaan materi dakwah yang mendalam juga menjadi keniscayaan agar pesan yang disampaikan memiliki landasan yang kuat.

Selain itu, Bupati berharap, para pendakwah memiliki kepekaan sosial yang tinggi dan akhlak mulia, serta menjadi sosok penyejuk, bukan pembawa narasi provokatif.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat

“Pengembangan kepribadian yang luhur adalah kunci agar dakwah tidak hanya didengar telinga, tetapi juga menyentuh hati,” katanya.

Ketua Panitia Pelaksana, H Khairillah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan jawaban atas tantangan pemerintah terkait masih belum maksimalnya peran Da’i dan Da’iyah di tiap kecamatan.

Ia mencontohkan, masih banyak layanan keagamaan di kecamatan yang belum tercover, seperti mengurus jenazah yang seringkali harus menunggu petugas berjam-jam, hingga kebutuhan petugas ceramah di musala sebelum Tarawih.

“Melalui pembekalan yang dilakukan oleh MUI Kukar ini setidaknya bisa mengcover persoalan yang ada di masyarakat,” pungkas Khairillah.

Kegiatan yang berlangsung sehari ini diikuti oleh 50 peserta dari empat kecamatan (Loa Kulu, Loa Janan, Tenggarong, dan Tenggarong Seberang). Materi yang diberikan meliputi Pengembangan Kepribadian dan Akhlak Da’i, Penguasaan Materi, Peningkatan Keterampilan Komunikasi dan Metode Dakwah, serta Peran Sosial dan Kemasyarakatan.(Adv Prokom Kukar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here