Beranda Daerah Langkah Safrudin ke Tanah Suci: Kisah Pengurus Masjid yang Diangkat Doanya Lewat...

Langkah Safrudin ke Tanah Suci: Kisah Pengurus Masjid yang Diangkat Doanya Lewat Program Umrah GratisPOL

147
0
BERBAGI

Samarinda, Kalimantan Timur — Dalam perjalanan hidup yang penuh pengabdian, tidak banyak yang mengetahui betapa beratnya langkah seorang marbot masjid menjaga rumah ibadah dengan segala keterbatasan. Namun bagi Safrudin, pengurus Masjid Al-Hamd Jalan Rangga Yuda RT 12, Kelurahan Mangkurawang, Tenggarong, pengabdian itu telah ia jalani dengan tulus sejak tahun 2017—tanpa imbalan, tanpa pamrih, hanya berbekal niat dan cinta kepada rumah Allah.

Di awal pengurusannya, Safrudin mendapati bahwa sebagian besar anggota takmir hanyalah nama di atas kertas. Banyak yang tak aktif, sehingga tugas operasional masjid hampir sepenuhnya ia emban seorang diri.

“Mulai dari marbot, imam rawatib, ketua takmir, urusan suka duka, semua dijalani sendir. Mengurus perizinan, kebersihan, kegiatan ibadah… semuanya saya jalani dengan niat ibadah saja”, kenangnya saat diwawancarai, Rabu (26/11/2025).

Baru pada 2021, ia mulai mendapat bantuan satu-dua orang, meski tanpa gaji. Hingga kini, Masjid Al-Hamd masih berjalan tanpa pendapatan tetap—hanya mengandalkan kotak amal saat salat Jumat.

Maka tak heran, ketika Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui program GratisPOL mengumumkan keberangkatan umrah gratis bagi marbot dan penjaga rumah ibadah, Safrudin merasakan sesuatu yang sulit dijelaskan: antara haru, syukur, dan tak percaya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur sekali. ak gubernur dan wakil gubernur Kaltim telah memenuhi janjinya memberangkatkan kami. Doa yang selama ini dipanjatkan sudah diijabah Allah SWT”, ucapnya.

Program ini seolah menjembatani mimpi yang tampak mustahil bagi seorang pengabdi masjid tanpa penghasilan tetap.

“Secara finansial tidak memungkinkan, tapi Allah memanggil hamba-Nya yang mau, bukan yang mampu,” kata Safrudin. “Masya Allah… seperti mimpi melihat kebesaran Allah di depan Ka’bah.”

Safrudin tak akan lupa saat langkahnya memasuki Raudhah di Madinah, salah satu tempat yang disebut taman surga. Air matanya luruh saat ia berdiri di depan makam Rasulullah SAW, membawa doa untuk keluarga, warga Kaltim, dan para pemimpin daerah.

“Berkesannya luar biasa… bisa berdoa langsung di depan Ka’bah dan berziarah ke makam Rasulullah. Tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.”

Ia menutup kisahnya dengan doa tulus,
“Semoga warga Kaltim suatu hari bisa merasakan ziarah seperti kami. Dan semoga gubernur serta wakil gubernur selalu diberikan kesehatan untuk membawa Kaltim menuju kemakmuran dan kesejahteraan.”

Program Umrah Gratis melalui GratisPOL bukan sekadar hadiah perjalanan ibadah. Bagi Safrudin, ini adalah bentuk penghargaan suci bagi mereka yang selama ini menjaga rumah-rumah Allah, diam-diam, tanpa banyak disorot. Sebuah bukti bahwa pengabdian tidak pernah sia-sia—selalu ada jalan bagi doa yang naik ke langit dan kembali sebagai anugerah.(er/ADV Diskominfo Kaltim)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here