Samarinda, Kalimantan Timur — Di balik deretan angka dan rumus yang menjadi kesehariannya sebagai mahasiswa Matematika Universitas Mulawarman, tersimpan kisah perjuangan Bayu Haikal Respati Wibisono dalam menempuh pendidikan tinggi. Beban biaya kuliah yang besar sempat menjadi kekhawatiran, namun jalan terang muncul lewat hadirnya Program Pendidikan Gratis Kaltim (GratisPOL), sebuah program yang membuka peluang bagi generasi muda untuk mendapatkan pendidikan tinggi tanpa terhalang kemampuan ekonomi.
Bayu mengakui bahwa program ini memberi pengaruh besar dalam keberlanjutan studinya. Sebagai mahasiswa dengan UKT golongan 4, biaya kuliah yang harus ia bayarkan mencapai Rp6.000.000,00 per semester. Angka yang tidak kecil, terlebih bagi keluarga yang harus mengatur berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Namun berkat GratisPOL, beban itu berkurang drastis.
“Saya hanya perlu membayar satu juta rupiah karena lima jutanya ditanggung oleh GratisPOL”, ujarnya penuh syukur.
Keringanan tersebut membuat Bayu semakin termotivasi untuk menyelesaikan kuliahnya tepat waktu. Ia sadar bahwa jika tidak lulus dalam empat tahun, pembiayaan UKT tidak lagi ditanggung program.
“Saya harus disiplin agar bisa selesai tepat waktu, supaya tidak menambah beban keluarga”, katanya, Rabu (26/11/2025).
Bayu tumbuh dalam keluarga yang sederhana namun penuh dukungan terhadap pendidikan. Ayahnya bekerja sebagai dosen di Universitas Mulia Balikpapan, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga yang selalu mendukung langkah anak-anaknya menempuh jalan pendidikan setinggi mungkin. Meski pekerjaan ayahnya berada di dunia akademik, Bayu mengakui bahwa biaya kuliah tetap menjadi tantangan besar.
“Kita semua sepakat bahwa enam juta itu bukan uang kecil. Bantuan lima juta dari pemerintah untuk fakultas MIPA sangat membantu perekonomian keluarga. Kami bisa lebih tenang mengatur kebutuhan lain”, jelasnya.
Namun Bayu juga menyampaikan catatan penting mengenai teknis pelaksanaan program. Menurutnya, koordinasi dan mekanisme penyaluran dana masih perlu diperbaiki.
“Informasi yang saya dapat, pembagian dananya sering terlambat dari jadwal. Harapannya ke depan sistemnya bisa lebih terkontrol dan tepat waktu”, pintanya.
Meski begitu, Bayu tetap menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada pemerintah daerah atas terselenggaranya program yang sangat berdampak bagi mahasiswa dari berbagai kalangan ini.
“Saya bersyukur dan berterima kasih karena GratisPOL ini membantu banyak masyarakat, termasuk kami di Mahasiswa Kaltim terkhususnya di Samarinda, agar bisa kuliah tanpa hambatan biaya”, tutupnya.(er/ADV Diskominfo Kaltim)







