Samarinda, Kalimantan Timur — Di tengah berbagai tantangan ekonomi keluarga dan tingginya kebutuhan saat memasuki dunia perkuliahan, Program Pendidikan GratisPOL 2025 kembali menjadi nafas bantuan bagi para mahasiswa di Kalimantan Timur. Program besutan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ini kembali dibuka untuk jenjang S1, S2, hingga S3, menyasar mereka yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan untuk dapat melanjutkan studi tanpa beban finansial yang berat.
Salah satu penerima manfaatnya adalah Inayah, mahasiswa baru UINSI Samarinda, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Di usia perkuliahannya yang masih sangat dini, Inayah sudah merasakan betapa besar dampak yang diberikan program ini dalam keberlangsungan studinya.
Saat ditemui, Kamis (04/12/2025), Inayah menceritakan bagaimana masa-masa awal kuliah menjadi periode yang cukup menguras energi dan pikiran. Banyak kebutuhan penting muncul di saat bersamaan—dari biaya masuk, administrasi awal, hingga kebutuhan hidup sehari-hari sebagai mahasiswa baru.
“Alhamdulillah, dengan adanya program ini saya bisa kuliah tanpa memungut biaya. Program GratisPOL sangat membantu mengurangi pengeluaran pendidikan saya, terutama di awal-awal yang benar-benar banyak pengeluaran,” ujar Inayah.
Dengan latar belakang keluarga yang sedang menghadapi tekanan ekonomi, kehadiran program GratisPOL bukan sekadar bantuan teknis, tetapi penopang utama agar kuliah tetap berjalan.
Menurut Inayah, salah satu beban terbesar seorang mahasiswa adalah pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Jumlahnya yang tidak kecil membuat keluarga harus menata ulang kondisi finansial mereka. Namun program ini memotong seluruh kekhawatiran itu.
“Saya tidak perlu lagi memikirkan biaya pendidikan, termasuk UKT. Itu benar-benar menenangkan pikiran dan membuat saya bisa fokus belajar,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa proses mendapatkan bantuan GratisPOL jauh lebih mudah dibandingkan beasiswa lain yang persaingannya ketat dan persyaratannya lebih kompleks.
Inayah tumbuh dalam keluarga yang kehidupannya sederhana. Ayahnya bekerja sebagai wiraswasta dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara ibunya sehari-hari mengurus rumah tangga. Ketika awal pendaftaran kuliah, kondisi ekonomi keluarganya sempat goyah karena tingginya biaya yang harus dikeluarkan.
“UKT saya lumayan besar. Kalau tidak ada GratisPOL, mungkin kondisi ekonomi keluarga akan semakin berat. Sekarang alhamdulillah lebih stabil karena biaya kuliah tidak menjadi beban lagi,” tuturnya.
Sebagai salah satu penerima manfaat, Inayah menyampaikan rasa syukurnya kepada Pemprov Kalimantan Timur, terutama atas komitmen menghadirkan pendidikan dan kesehatan gratis bagi masyarakat. Namun ia juga memiliki harapan besar bagi keberlangsungan program ini.
“Saya berharap program ini terus berjalan dan berkembang lebih besar. Semoga penyalurannya lebih menyeluruh, terutama bagi pelajar berprestasi yang bisa membawa nama Kalimantan Timur ke tingkat nasional bahkan internasional,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi agar program ini jauh dari praktik penyalahgunaan dana. Pembukaan kembali Program Pendidikan GratisPOL 2025 menjadi bukti bahwa Pemprov Kaltim terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah. Dengan sasaran mahasiswa dari jenjang S1 hingga S3, program ini diharapkan melahirkan generasi muda Kaltim yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(er/ADV Diskominfo Kaltim)







