Samarinda, Kalimantan Timur — Di sebuah ruang belajar sederhana di UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Lisa Aryani, Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah itu tersenyum ketika menceritakan bagaimana perjalanan studinya berubah sejak menerima bantuan Program Pendidikan GratisPol 2025 dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).
Program yang kembali dibuka untuk mahasiswa S1, S2, hingga S3 ini menjadi salah satu penopang penting bagi keberlanjutan pendidikan tinggi di Bumi Etam. Bagi Lisa, kebijakan ini bukan sekadar program pemerintah—melainkan jaring penyelamat yang hadir tepat pada waktunya.
“Program GratisPol sangat membantu saya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, khususnya pembayaran UKT,” ujar Lisa saat diwawancarai, Jumat (05/12/2025).
Setiap semester, biaya UKT yang harus ia bayar kerap menjadi beban tersendiri karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.
Ayah Lisa bekerja sebagai nelayan dan sang ibu berperan sebagai ibu rumah tangga. Kondisi itu membuat penghasilan keluarga tidak selalu stabil.
“Dengan adanya keringanan biaya dari program ini, registrasi dan kelancaran perkuliahan saya dapat terjaga tanpa kendala administrasi,” tuturnya.
Lisa mengakui, sebelum menerima bantuan, ia sering dilanda rasa cemas menjelang waktu pembayaran semesteran. Kini, kecemasan itu hampir hilang sepenuhnya.
Menurut Lisa, GratisPol memiliki dampak yang sangat besar terhadap stabilitas studinya. Tekanan finansial yang berkurang membuat ia lebih mudah fokus mengikuti perkuliahan dan menyelesaikan tugas-tugas akademik.
“Program ini berpengaruh positif karena mengurangi beban finansial dan meningkatkan fokus saya,” katanya.
Tak hanya itu, Lisa merasa bantuan ini menjadi energi pendorong untuk terus meningkatkan prestasi.
“Program ini sangat memotivasi saya untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan dengan IPK yang bagus,” ucapnya penuh keyakinan.
Sebagai anak dari keluarga sederhana, Lisa merasakan perubahan besar pada suasana di rumah sejak ia mendapatkan bantuan tersebut.
“Program ini sangat membantu ekonomi keluarga saya,” tuturnya.
Ia menyebut bantuan itu membuat orang tuanya tak lagi khawatir bagaimana mencari biaya kuliah setiap semester. Bagi keluarga nelayan seperti ayahnya, pendapatan yang tidak selalu menentu sering membuat perencanaan keuangan menjadi sulit. Karena itu, kehadiran GratisPol membawa ketenangan baru bagi mereka.
Bagi Lisa, Program GratisPOL memberikan kesan mendalam.
“Program ini benar-benar meringankan biaya pendidikan dan membuat saya lebih fokus belajar,”
katanya. Ia berharap agar program ini terus berlanjut, bahkan diperluas agar lebih banyak mahasiswa merasakan manfaatnya.
“Semoga semakin banyak mahasiswa yang terbantu seperti saya,” harapnya.(er/ADV Diskominfo Kaltim)







