Beranda Daerah Terangkat dari Kekhawatiran UKT: Perjalanan Akhmad Rasid Bersama Program GratisPol 2025

Terangkat dari Kekhawatiran UKT: Perjalanan Akhmad Rasid Bersama Program GratisPol 2025

111
0
BERBAGI

Samarinda, Kalimantan Timur — Di kawasan kampus Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Akhmad Rasid, Mahasiswa Jurusan Tadris Biologi ini tersenyum lirih saat mengenang kembali perjuangannya membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebelum ia terdaftar sebagai penerima bantuan pendidikan Program GratisPol 2025 dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim). Dengan UKT sebesar Rp 3,8 juta per semester, ia mengaku kerap dihantui kekhawatiran tak mampu melanjutkan studi bila terjadi keterlambatan pembayaran.

“Program ini secara langsung meringankan beban UKT saya, baik secara penuh maupun parsial,” ujarnya membuka percakapan, Jumat (05/12/2025).

Baginya, bantuan tersebut bukan sekadar transfer dana, tetapi penyelamat mimpi.

“Bantuan ini sangat krusial. Kekhawatiran akan putus studi karena tidak mampu membayar tepat waktu benar-benar hilang,” tambahnya.

Rasid menuturkan, sebelum ada bantuan ini, ia dan keluarga sempat berada pada tekanan finansial. Namun setelah dinyatakan lolos Program GratisPol, situasi berubah drastis. “Saya bisa benar-benar fokus kuliah tanpa memikirkan administrasi keuangan kampus,” kata mahasiswa yang kini sedang mempersiapkan penelitian skripsinya itu.

Program GratisPol, menurut Rasid, bukan hanya membebaskan biaya, tetapi juga menumbuhkan motivasi baru.

“Ketika negara membantu, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyelesaikan studi dengan baik dan tepat waktu. Ini seperti amanah yang harus dijaga,” ungkapnya.

Dengan beban biaya kuliah yang terangkat, ia kini dapat memusatkan energi sepenuhnya pada penyelesaian SKS, penelitian, hingga tugas akhir tanpa distraksi. “Tidak perlu lagi mencari pekerjaan tambahan atau pinjaman untuk menutup UKT,” lanjutnya.

Tidak hanya Rasid yang merasakan manfaatnya. Orang tuanya di kampung halaman kini bisa bernapas lebih lega.

“Orang tua tidak lagi khawatir soal bagaimana membayar kuliah setiap semester. Suasana di rumah jadi lebih tenang, tidak ada tekanan memikirkan biaya, kalau orang tua tenang, saya pun bisa belajar lebih fokus” tuturnya sambil tersenyum.

Ketenteraman di rumah itu, menurutnya, menjadi salah satu faktor penting yang menunjang semangat belajarnya.

Sebagai salah satu penerima program, Rasid menilai kebijakan pendidikan gratis dari Pemprov Kaltim ini membuka jalan bagi banyak mahasiswa untuk menggapai pendidikan tinggi tanpa terkendala ekonomi. Ia berharap program ini terus diperluas dan diperkuat setiap tahunnya.

“Bagi kami mahasiswa, program seperti ini bukan hanya bantuan. Ini adalah jembatan menuju masa depan,” tutupnya.(er/ADV Diskominfo Kaltim)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here