Samarinda, Kalimantan Timur — Angin sore Samarinda berhembus pelan ketika Dimas, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Mulawarman, menceritakan perjalanan studinya yang kini jauh lebih tenang sejak ia menjadi penerima Program Pendidikan Gratis bertajuk GratisPoll, saat ditemui Sabtu (06/12/2025). Program unggulan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji itu menjadi penopang penting bagi mahasiswa dari keluarga pekerja sektor tradisional, termasuk Dimas yang berasal dari keluarga nelayan.
Menurut Dimas, program ini datang sebagai bentuk bantuan yang sangat berarti bagi keluarganya.
“Dengan adanya program GratisPoll ini, sangat membantu meringankan beban orang tua saya yang bekerja sebagai nelayan,” ucapnya.
Pendapatan keluarga yang bergantung pada hasil laut membuat kondisi ekonomi tidak selalu stabil. Karena itu, pelunasan UKT melalui program ini menjadi langkah besar dalam menjaga kelangsungan studinya.
“Orang tua jadi tidak terbebani untuk bayar UKT,” lanjutnya.
Walau begitu, ia masih bergantung pada orang tua untuk biaya hidup sehari-hari, karena program GratisPoll berfokus khusus pada pembayaran UKT. Namun, dengan satu beban utama terangkat, hidup keluarga menjadi lebih ringan.
Bantuan UKT yang diterima Dimas bukan sekadar mengurangi tekanan finansial—tetapi juga menumbuhkan komitmen dalam dirinya untuk menyelesaikan studi.
“Program ini bisa meningkatkan motivasi saya dan insyaallah saya bisa tepat waktu menyelesaikan kuliah,” tuturnya.
Menempuh pendidikan di jurusan akuntansi, yang penuh analisis dan tuntutan ketelitian, membuat kestabilan finansial menjadi faktor penting. Dengan UKT yang sudah ditanggung, ia dapat memusatkan fokus pada perkuliahan dan penyelesaian tugas-tugas akademik tanpa kecemasan tertunda karena administrasi.
Dimas dengan jujur mengakui bahwa program ini memberikan pengaruh signifikan bagi kondisi ekonomi keluarganya.
“Orang tua saya kerjanya sebagai nelayan, jadi bantuan ini sangat berpengaruh untuk keluarga kami,” jelasnya.
Di rumah, suasana menjadi lebih tenang karena satu pengeluaran besar telah teratasi. Uang yang biasanya harus disiapkan untuk UKT kini dapat dialokasikan pada kebutuhan pokok keluarga.
Program GratisPoll, bagi Dimas, bukan hanya program—tapi wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat berpenghasilan terbatas.
Dimas menyampaikan harapan agar program ini terus dilanjutkan di masa mendatang.
“Saya harap program ini tidak berhenti di tahun depan saja, tapi dilanjutkan sampai anak-anak yang ingin kuliah bisa tercapai cita-citanya, selain itu saya harap program ini ada uang lebihnya untuk mahasiswa yang masih bergantung pada orang tua” ujarnya.
Menurutnya, masih banyak generasi muda yang memiliki semangat belajar, namun terhalang oleh biaya UKT yang tidak sedikit. Program seperti GratisPoll menjadi jembatan bagi mereka untuk tetap bisa melanjutkan pendidikan tinggi. Ia menyadari bahwa banyak mahasiswa—terutama dari keluarga nelayan dan buruh—memiliki tantangan yang lebih luas dari sekadar membayar UKT. Namun, ia tetap bersyukur bahwa langkah awal yang besar sudah diberikan oleh pemerintah.(er/ADV Diskominfo Kaltim)







