Beranda Daerah GratisPol 2025, Jembatan Ririn Rahmawati Menuju Dunia Pendidikan

GratisPol 2025, Jembatan Ririn Rahmawati Menuju Dunia Pendidikan

104
0
BERBAGI

Samarinda, Kalimantan Timur — Di tengah kesibukan perkuliahan di UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Ririn Rahmawati menjalani hari-harinya dengan semangat yang tenang namun pasti. Mahasiswi asal Balikpapan yang kini berdomisili di Loa Janan ini percaya bahwa pendidikan adalah jalan utama untuk mengubah masa depan. Semangat itu semakin menguat saat ia dinyatakan lolos sebagai penerima Program Pendidikan GratisPol 2025 dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Ririn menempuh pendidikan di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Pilihannya bukan kebetulan. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana yang menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan cinta pada ilmu sejak kecil.

“Nilai-nilai yang diajarkan orang tua membuat saya termotivasi untuk terus belajar. Saya ingin menjadi pendidik yang bisa bermanfaat bagi banyak orang”, tutur Ririn, Minggu (07/12/2025).

Saat dinyatakan lolos sebagai penerima GratisPol, Ririn mengaku sangat bersyukur. Program ini membantunya meringankan beban biaya pendidikan, khususnya dalam pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Saya sangat senang karena program ini membantu mengurangi pengeluaran orang tua saya”, katanya.

Ririn pertama kali mengetahui informasi tentang GratisPol dari media sosial. Melihat peluang yang ada, ia memutuskan untuk mencoba mendaftar.

“Saya pikir, ada kesempatan, jadi kenapa tidak dicoba”, ujarnya sambil tersenyum.

Besaran UKT yang ia terima berada di kisaran Rp4 jutaan per semester, dan sangat dirasakannya manfaatnya, terutama bagi kondisi ekonomi keluarga. Meski merasakan langsung manfaat program tersebut, Ririn mengakui bahwa proses pengajuannya membutuhkan ketelitian.

“Lumayan ribet karena banyak data yang harus diisi, tapi tidak apa-apa”, katanya.

Berbeda dengan banyak penerima lainnya, Ririn mengaku bahwa tanpa GratisPol pun ia tetap bertekad melanjutkan kuliah. Bantuan ini baginya menjadi bentuk dukungan tambahan, bukan satu-satunya alasan untuk bertahan.

“Saya memang sudah niat kuliah sejak lulus SMA”, ungkapnya.

Saat kabar kelulusannya sebagai penerima beasiswa disampaikan kepada keluarga, suasana haru tak terelakkan.

“Awalnya orang tua saya seperti tidak percaya, tapi akhirnya saya bisa membuktikan bahwa saya lolos”, ujarnya.

Bagi Ririn, GratisPol bukan hanya soal bantuan biaya, tetapi juga bentuk kehadiran negara dalam memastikan generasi muda bisa mengenyam pendidikan tinggi.
Ia berharap program ini bisa terus dipertahankan dan dilanjutkan di tahun-tahun mendatang. Selain itu, Ririn menyampaikan rasa terima kasih yang tulus Kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Saya harap program ini terus ada karena sangat membantu saya dan banyak orang di luar sana, terima kasih sudah membuat program ini, yang sangat membantu pendidikan kami”, ucapnya.

Di balik sosoknya yang sederhana, tersimpan tekad besar untuk ikut membangun masa depan bangsa—dan GratisPol menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan mimpinya.(er/ADV Diskominfo Kaltim)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here