Beranda Daerah Kukar Kekurangan Dokter, Rasio Capai 1:10.000 Penduduk

Kukar Kekurangan Dokter, Rasio Capai 1:10.000 Penduduk

139
0
BERBAGI

Samarinda, Kalimantan Timur – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), dr. Aulia Rahman Basri, mengungkapkan bahwa rasio ketersediaan dokter umum di Kukar masih sangat rendah, yakni satu dokter berbanding 10.000 penduduk. Sementara, rasio untuk dokter spesialis bahkan mencapai satu dokter berbanding 25.000 penduduk.

Kondisi ini disampaikan Aulia saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-24 Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Mulawarman (Unmul) di Ruang Serbaguna FK Unmul pada Senin (3/11/2025).

“Target kami ke depan sama dengan target nasional, rasio dokter umum satu banding 2.500 dan untuk dokter spesialis sekitar 5.000 sampai 7.500. Hari ini kami masih membutuhkan dokter umum empat kali lipat dari yang ada saat ini,” ujar Aulia.

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang sangat mendesak tersebut, Pemkab Kukar menjalin kerja sama erat dengan FK Unmul. Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Kukar menyerahkan hibah satu unit kendaraan operasional kepada FK Unmul.

“Kendaraan ini bisa dipakai sebagai kendaraan operasional dari FK Unmul menuju ke RSUD AM Parikesit (Tenggarong), karena RSUD AM Parikesit merupakan rumah sakit satelit pendidikan,” katanya.

Pemkab Kukar juga berkomitmen mendukung kemajuan ilmu kedokteran di Kalimantan Timur (Kaltim). Salah satunya, dengan merelakan Direktur RSUD AM Parikesit untuk diminta oleh FK Unmul menjadi dosen.

“RSUD AM Parikesit menjadi rumah sakit terbaik di Kaltim dan bulan November ini kami akan meluncurkan pelayanan radioterapi, karena sektor kesehatan sangatlah penting,” ucapnya.

Untuk mengatasi kekurangan dokter, Pemkab Kukar juga berencana melanjutkan program beasiswa bagi putra-putri daerah, terutama dari pedalaman, untuk menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Unmul.

“Beasiswa ditanggung Pemkab Kukar dengan standar nilai yang ditetapkan Unmul. Inilah alasan kita untuk mengirim anak-anak dari pedalaman, guna mendukung pemenuhan layanan kesehatan yang ada di Kukar,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Unmul, H. Abdunur, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan komitmen Pemkab Kukar. Ia menyebut, di usia ke-24, FK Unmul telah menghasilkan 1.100 dokter dan membuka delapan program studi, termasuk spesialis.

“FK Unmul telah banyak kemajuan. Percepatan membuka program studi baru memang didorong karena Unmul sebagai garda terdepan dalam berpartisipasi pendidikan tinggi khususnya di Kaltim, terutama untuk daerah tertinggal dan terpencil,” tutup Abdunur.

Rektor berharap sinergi antara FK Unmul dan Pemkab Kukar dapat terus berlanjut untuk menghasilkan tenaga kesehatan berkualitas dan mendukung peningkatan layanan kesehatan di Kaltim.(Adv Prokom Kukar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here