Beranda Daerah Kukar Resmikan Perpustakaan Sipena untuk Warga Binaan Lapas Perempuan Tenggarong

Kukar Resmikan Perpustakaan Sipena untuk Warga Binaan Lapas Perempuan Tenggarong

90
0
BERBAGI
Peresmian Perpustakaan Sipena di Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Tenggarong untuk meningkatkan minat baca dan menyediakan buku bacaan bagi warga binaan.

Penandatanganan PKS tersebut disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono di Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong pada Selasa (4/11/2025).

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Sunggono juga meresmikan Perpustakaan Sipena Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong sebagai realisasi awal dari kerja sama ini.

Sunggono menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terwujudnya PKS yang disebutnya sebagai langkah strategis dan mulia. Ia menyebut inisiatif ini sejalan dengan tujuan utama, yakni menumbuhkan budaya literasi sebagai bagian dari proses pembinaan kepribadian warga binaan.

“Ini adalah upaya kita bersama untuk memberikan bekal yang berharga bagi warga binaan,” ujar Sunggono.

Sekretaris Daerah Kab. Kukar, Sunggono

Ia berharap PKS ini dapat menghadirkan kegiatan yang positif, edukatif, dan relevan, serta memberikan akses terhadap ilmu pengetahuan yang dapat membantu warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.

“Perpustakaan di Lapas Perempuan harus berfungsi sebagai pusat pembinaan, sarana belajar, dan membuka jendela pengetahuan. Dampak nyata dari peningkatan literasi diharapkan adalah perubahan perilaku dan penambahan keterampilan warga binaan,” ucapnya.

Sekda Kukar juga menekankan pentingnya ketersediaan koleksi yang mendukung program rehabilitasi, seperti buku-buku keterampilan vokasional (tata boga, tata rias, menjahit), literatur pengembangan diri, psikologi populer, bacaan spiritual, dan buku-buku pengasuhan anak (parenting) mengingat banyak warga binaan adalah seorang ibu.

“Saya menggarisbawahi pentingnya pelatihan literasi digital dasar, seperti pengoperasian komputer, untuk menghindari warga binaan menjadi gagap teknologi (gaptek) saat kembali ke masyarakat, sehingga dapat meningkatkan daya saing mereka dalam mencari pekerjaan,” katanya.

Dirinya berharap kehadiran perpustakaan dengan aneka koleksi ini akan mengubah fungsinya, dari sekadar pengisi waktu luang menjadi instrumen vital pemberdayaan yang membekali warga binaan dengan keterampilan hidup dan mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih mandiri dan produktif.

“Saya tentu mendukung upaya ini agar segera direalisasikan. Semoga usaha ini berbuah manis ke depannya,” tutupnya.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong Riva Dilyanti dan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Diarpus Kukar Rinda Desianti, beserta jajaran masing-masing.(Adv Prokom Kukar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here