Samarinda, Kalimanatn Timur — Senyum Nadia Rahmah, mahasiswi Program Studi Manajemen Universitas Mulawarman, tampak tenang saat menceritakan bagaimana Program Pendidikan GratisPOL 2025 mengubah perjalanan kuliahnya. Sebagai anak dari orang tua yang bekerja sebagai karyawan biasa, biaya pendidikan adalah salah satu tantangan terbesar yang harus keluarganya hadapi setiap semester.
“Sebelum mendapatkan program ini, saya cukup takut membebani orang tua saya untuk pembayaran uang UKT. Setiap semester, mereka harus menyisihkan sebagian penghasilan, dan kadang membuat keuangan keluarga harus lebih diatur agar kebutuhan lain tetap terpenuhi”, ujar Nadia membuka cerita.
Ketakutan itu perlahan menghilang ketika Nadia dinyatakan sebagai salah satu penerima manfaat Program GratisPOL. Bagi Nadia, bantuan ini adalah titik balik yang sangat berarti.
“Dengan adanya program ini, pembayaran UKT sudah ditanggung. Jadi orang tua saya tidak perlu lagi mengeluarkan dana untuk biaya kuliah setiap semester,” ungkapnya, Senin (24/11/2025) saat diwawancarai.
Tak hanya meringankan beban finansial rumah, kehadiran GratisPOL membuat Nadia bisa menjalani kuliah tanpa rasa gelisah. Tidak ada lagi kekhawatiran tentang tagihan UKT yang harus dipikirkan menjelang pergantian semester.
“Program ini benar-benar membuat saya bisa fokus kuliah tanpa merasa terbebani soal biaya pendidikan,” tambahnya.
Bagi Nadia, penerimaan bantuan ini bukan sekadar keringanan biaya. Ia merasa mendapatkan kepercayaan besar untuk menyelesaikan kuliah dengan baik.
“Betul sekali kak, saya punya tanggung jawab karena diberikan kesempatan kuliah tanpa membebani orang tua. Itu membuat saya lebih semangat mengejar nilai dan menyelesaikan kuliah sesuai target,” ujarnya.
Semangat itu terlihat dari bagaimana ia memanfaatkan setiap kesempatan belajar dengan lebih sungguh-sungguh. Baginya, GratisPOL bukan hanya bantuan, tetapi penyemangat baru dalam perjalanan akademiknya.
Sebelum menikmati manfaat GratisPOL, keluarga Nadia harus memutar penghasilan untuk bisa membayar UKT setiap semester. Hal itu memaksa orang tuanya mengatur ulang pengeluaran rumah tangga agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi. Namun sejak UKT ditanggung penuh oleh program ini, kondisi keluarga menjadi jauh lebih ringan.
“Sekarang dana yang sebelumnya dipakai untuk biaya kuliah bisa dipakai untuk kebutuhan keluarga lainnya,” jelasnya dengan lega.
Nadia berharap GratisPOL tidak berhenti di tahun ini. Menurutnya, banyak mahasiswa dari latar belakang ekonomi terbatas yang sangat membutuhkan bantuan serupa.
“Harapan saya ke depan, semoga GratisPOL ini selalu berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Supaya anak-anak yang ingin kuliah, tapi terkendala ekonomi, bisa merasakan program ini juga,” ungkapnya.
Baginya, GratisPOL bukan sekadar program bantuan, tetapi jembatan yang membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak muda di Kalimantan Timur untuk meraih pendidikan tinggi tanpa terbatas biaya.(er/ADV Diskominfo Kaltim)







