Beranda Daerah Ketika UKT Bukan Lagi Beban: Kisah Raymon, Mahasiswa Perantau yang Bangkit Berkat...

Ketika UKT Bukan Lagi Beban: Kisah Raymon, Mahasiswa Perantau yang Bangkit Berkat GratisPOL

107
0
BERBAGI

Samarinda, Kalimantan Timur – Raymon, mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda, duduk di bangku taman kampus sambil mengenang kembali masa awal kuliahnya. Sebagai anak kos yang hidup jauh dari keluarga, ia sudah terbiasa mengatur segala kebutuhan sendiri—mulai dari biaya makan, membeli sayur, bensin untuk kendaraan, hingga kebutuhan dasar seperti beras dan perlengkapan harian.

Namun semua itu terasa jauh lebih berat ketika ditambah kewajiban membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang rutin harus dipenuhi setiap semester.

“Pembayaran UKT itu yang paling besar bebannya. Apalagi saya anak kos, jadi hampir semua kebutuhan saya harus saya tanggung sendiri,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).

Kedatangan Program GratisPOL dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjadi titik balik dalam perjalanan pendidikannya. Bagi Raymon, kehadiran program ini bukan hanya membantu, tetapi menyelamatkan.

“Bantuan GratisPOL benar-benar mengurangi beban ekonomi keluarga saya. Ayah saya bekerja sebagai karyawan swasta, ibu sebagai ibu rumah tangga. Dengan adanya bantuan UKT, orang tua tidak lagi terbebani biaya kuliah saya,” jelasnya.

Kondisi keuangan keluarga pun menjadi lebih stabil. Tak ada lagi kekhawatiran mengenai biaya pendidikan yang biasanya menghantui setiap awal semester.

Dengan beban finansial yang jauh berkurang, Raymon merasakan perubahan besar dalam kesehariannya sebagai mahasiswa. Ia mengaku dapat lebih tenang belajar dan lebih aktif mengikuti berbagai kegiatan kampus.

“Sekarang saya bisa fokus menghadapi perkuliahan. Motivasi saya untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu semakin besar karena tidak ada lagi kendala administrasi atau finansial,” tuturnya.

Waktu dan energinya yang dulu tersita memikirkan biaya, kini dapat dialihkan untuk mengerjakan tugas, berorganisasi, dan mempersiapkan masa depan.

Raymon mengungkapkan rasa syukur yang mendalam sekaligus berharap program ini bisa terus berlanjut. Menurutnya, GratisPOL bukan sekadar bantuan, tetapi jembatan keberhasilan bagi banyak mahasiswa Kaltim.

“Program ini sudah sangat baik. Harapan saya, GratisPOL tetap mudah diakses, tepat sasaran, dan makin bermanfaat untuk mahasiswa yang membutuhkan,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa bukan hanya dirinya yang terbantu, tetapi juga keluarga yang kini lebih tenang menjalani kehidupan tanpa tekanan biaya pendidikan.

Di tengah biaya kuliah yang makin meningkat dan kebutuhan hidup mahasiswa perantau yang tidak sedikit, program ini menjadi penopang penting untuk memastikan pendidikan tetap bisa dicapai oleh semua kalangan.(er/ADV Diskominfo Kaltim)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here