Samarinda, Kalimantan Timur – Upaya pemerataan pendidikan di Kalimantan Timur kembali diperkuat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim menegaskan langkah strategis untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terpencil (3T). Salah satu terobosan yang menjadi fokus tahun ini adalah pengembangan sekolah berasrama atau boarding school.
Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menyampaikan bahwa pemerintah tidak ingin lagi melihat ada sekolah dengan kondisi memprihatinkan di wilayah mana pun di Bumi Etam.
“Sekolah yang masih belum layak menjadi prioritas perbaikan kami. Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” tegasnya, Jumat (28/11/2025).
Pengembangan boarding school dipilih sebagai langkah efektif untuk menjawab masalah akses pendidikan di kawasan pedalaman. Daerah seperti Siluq dan Bentian—yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Tengah—disebut menjadi titik penting pengembangan fasilitas tersebut.
Armin menjelaskan bahwa kehadiran sekolah berasrama mampu memangkas hambatan geografis yang selama ini membuat banyak anak kesulitan bersekolah.
“Melalui sekolah berasrama, anak-anak dari daerah terpencil tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mengakses pendidikan. Ini solusi konkret mengurangi angka putus sekolah,” jelasnya.
Disdikbud Kaltim juga menegaskan bahwa pembangunan tidak semata fokus pada pembangunan gedung baru. Lokasi dengan kepadatan siswa tinggi atau yang berada di wilayah perbatasan menjadi prioritas, sehingga fasilitas pendidikan dapat menjangkau lebih banyak pelajar yang membutuhkan.
Langkah ini diharapkan dapat memperkecil ketimpangan kualitas pendidikan antara wilayah kota dan pedalaman. Ke depan, berbagai program penguatan mutu pendidikan di wilayah 3T akan terus digarap sebagai bagian dari komitmen Pemprov Kaltim untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan yang layak.(er/ADV Diskominfo Kaltim)







