Samarinda, Kalimantan Timur – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali mempertegas arah pembangunan manusianya melalui langkah simultan di dua sektor strategis: kesehatan dan layanan publik berbasis kesejahteraan masyarakat. Di saat transformasi RSUD Aji Muhammad Salehuddin II terus dikebut menuju status rumah sakit tipe B, program Gratispol juga semakin menunjukkan jangkauannya yang luas di bidang pendidikan dan keagamaan.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa revitalisasi RSUD Aji Muhammad Salehuddin II telah masuk tahap percepatan. Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp200 miliar untuk memodernisasi fasilitas dan meningkatkan kapasitas layanan.
“Target kami tahun 2027 rumah sakit ini sudah beroperasi sebagai fasilitas kesehatan kelas B dengan 24 jenis layanan spesialis,” tegasnya, Rabu (03/12/2025).
Transformasi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih mumpuni bagi masyarakat Kukar dan sekitarnya. Di sisi lain, Program Gratispol yang digagas Pemprov Kaltim terus menorehkan jejak nyata. Salah satunya dirasakan Ida Bagus Nyoman Giri, marbot Hindu dari Tenggarong, yang mendapatkan kesempatan mengikuti ziarah rohani ke India. Pengalaman spiritual tersebut ia kenang dengan penuh rasa syukur.
“Kami benar-benar merasa dihargai. Semua fasilitas dan pendampingan disiapkan dengan baik,” ucap Giri mengenang perjalanan itu.
Tidak hanya menyentuh sektor keagamaan, Gratispol juga memperluas dukungan kepada tenaga pendidik. Sebanyak 36.222 guru dari berbagai jenjang menerima insentif sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Plt Kadisdikbud Kaltim, Armin, menegaskan bahwa komitmen ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan di daerah.
“Program ini merupakan bentuk apresiasi bagi para pendidik yang dengan tulus mencerdaskan generasi penerus Kaltim,” ungkapnya.
Harmonisasi pembangunan antara peningkatan layanan kesehatan dan penguatan kualitas sumber daya manusia melalui Gratispol menunjukkan pola pembangunan yang menyeluruh. Pemerintah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada investasi jangka panjang yang menyentuh sisi spiritual, intelektual, dan kesejahteraan tenaga pendidik.
Sinergi lintas sektor ini disokong oleh koordinasi antar dinas serta penganggaran yang terarah. Sebagaimana disampaikan Jaya Mualimin.
“Ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tapi investasi jangka panjang untuk kualitas hidup masyarakat Kaltim”, tuturnya.
Dengan visi yang semakin jelas, Pemprov Kaltim menegaskan bahwa pembangunan manusia menjadi pusat dari setiap kebijakan. Dari rumah sakit yang ditingkatkan, para guru yang dihargai, hingga pemuka agama yang mendapat ruang penguatan spiritual—semua menjadi bagian dari upaya menyusun fondasi masa depan Kalimantan Timur yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera.(er/ADV Diskominfo Kaltim)







