Beranda Daerah GratisPol Membuka Peluang Lucky Menjadi Pemuda Aktif dan Berprestasi

GratisPol Membuka Peluang Lucky Menjadi Pemuda Aktif dan Berprestasi

97
0
BERBAGI

Samarinda, Kalimantan Timur – Program Pendidikan GratisPol kembali dibuka oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) untuk tahun 2025. Program ini terus menjadi harapan baru bagi ribuan mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah. Salah satu penerimanya adalah Lucky Karl Farrel Salim, mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah UINSI Samarinda, jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Saat diwawancarai, Senin (08/12/2025). Lucky mengungkapkan bahwa sejak awal masuk kuliah hingga sekarang, ia tidak pernah sekalipun membayar biaya UKT. Semuanya ditanggung melalui GratisPol.

“Saya dari awal masuk kuliah sampai sekarang belum mengeluarkan uang sepeserpun untuk pembayaran perkuliahan. Ini benar-benar sangat membantu”, ujarnya dengan penuh rasa syukur.

Meski begitu, biaya hidup sehari-hari masih harus ia tanggung sendiri dengan dukungan ibunya. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang juga menjalankan usaha bimbingan belajar di rumah, sementara sang ayah sudah tidak bekerja dan mereka telah bercerai. Untuk kebutuhan hidup, Lucky memanfaatkan sebagian harta warisan dari ayahnya.

Meski hidup sederhana, hilangnya beban UKT bagi Lucky merupakan anugerah besar.

“Bagi saya ini sudah wujud ucapan syukur. Program ini telah meyakinkan saya untuk kuliah tanpa membebani orang tua”, tuturnya.

Ia tak menampik bahwa tanpa adanya program ini, kemungkinan besar ia tidak akan berkuliah secara penuh waktu.

“Kalau GratisPol tidak ada, mungkin saya akan kuliah online sambil kerja”, tambahnya.

Selain bantuan pendidikan, ada satu momen penting yang semakin menguatkan tekad Lucky untuk berkuliah: Program Pendidikan Kader Pemimpin Muda Daerah (PKPMD) yang diadakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur.

Satu bulan sebelum masuk kuliah, Lucky mengikuti program karantina tersebut bersama pemuda dari 10 kabupaten/kota di Kaltim.

“Kegiatan itu membentuk saya—bagaimana menjadi pemuda yang baik, pemimpin yang berintegritas. Efeknya saya rasakan sampai sekarang”, jelasnya.

Pengalaman itu membuka banyak kesempatan. Lucky kini aktif di berbagai kegiatan kepemudaan, memperluas jaringan, dan bertemu banyak pemuda berprestasi dari berbagai daerah.

Dengan kondisi keluarga yang pas-pasan, program GratisPol telah mengurangi salah satu beban terbesar bagi Lucky dan ibunya.

“Kami tidak perlu memikirkan lagi soal biaya UKT. Fokus saya bisa ke prestasi dan aktivitas positif”, katanya.

Lucky berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima, terutama bagi mahasiswa yang benar-benar membutuhkan dukungan tambahan.

“Harapan saya, semoga GratisPol ke depan juga bisa menjangkau bantuan biaya hidup bagi peserta yang benar-benar membutuhkan. Kalau pendidikan kan semua dapat rata ya”, harapnya.

Kisah Lucky menjadi salah satu bukti nyata bagaimana kebijakan pendidikan dapat mengubah jalan hidup seseorang. Dari keterbatasan ekonomi, ia kini tumbuh sebagai mahasiswa aktif, pemuda yang terlibat dalam berbagai kegiatan, dan memiliki harapan baru untuk masa depan.(er/ADV Diskominfo Kaltim)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here