Samarinda, Kalimantan Timur – Mengantisipasi dampak musim kemarau panjang, puluhan warga Rukun Tetangga (RT) 16, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, menggelar aksi gotong royong khusus membersihkan aliran sungai di lingkungan mereka.
Ketua RT 16, Suriansyah, mengungkapkan bahwa kegiatan kerja bakti kali ini difokuskan sepenuhnya untuk mengangkat tumpukan sampah dari badan sungai. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk menjaga kelancaran aliran dan kualitas air yang kian menyusut seiring datangnya musim kemarau.
“Gotong royong di RT 16 sebenarnya rutin kami lakukan dua kali dalam sebulan. Biasanya kami fokus membersihkan area gang, parit, atau mencabut rumput liar. Namun hari ini, gotong royongnya bersifat khusus untuk membersihkan sampah di sungai sebagai persiapan cadangan air di musim kemarau,” ujar Suriansyah pada Minggu (6/9/2026).
Ketergantungan warga setempat terhadap sungai tersebut terbilang sangat tinggi. Suriansyah menjelaskan, wilayah RT 16 tidak memiliki fasilitas penampungan air alternatif seperti danau, embung, maupun bendungan irigasi. Alhasil, satu-satunya sumber pasokan air yang bisa diandalkan warga hanyalah sungai tersebut.
“Saat ini, debit air sungai dilaporkan telah menyusut drastis. Kedalaman air paling tinggi hanya mencapai satu meter, bahkan di beberapa titik dangkal hanya tersisa sekitar 30 hingga 80 sentimeter,” katanya.

Kondisi tersebut justru memicu antusiasme warga. Jika pada kerja bakti rutin biasanya hanya diikuti sekitar 20 orang, aksi bersih sungai kali ini berhasil menggerakkan 36 warga untuk turun langsung berpartisipasi.
“Tujuan utama kita adalah menjaga lingkungan agar selalu bersih, karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Lingkungan juga menjadi enak dipandang. Kami berharap gotong royong ini bisa terus terlaksana berkesinambungan,” pungkasnya.(AdminPena-Ade)







