Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Perhelatan Festival Adat Erau Pelas Benua 2026 di Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya, tetapi juga momentum penggerak sektor pariwisata swasta. Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar menggandeng para pelaku usaha biro perjalanan wisata untuk mengambil peran aktif dengan merancang paket wisata khusus guna menarik kunjungan wisatawan luar daerah.
Langkah strategis ini ditempuh agar agenda kebudayaan tahunan tersebut memiliki daya jual yang lebih terintegrasi. Melalui koordinasi yang dilakukan sebelum festival dimulai, Dispar Kukar mengajak para operator tur di Kukar dan Samarinda untuk mengemas kunjungan Erau ke dalam satu rangkaian perjalanan wisata yang utuh.
“Dari Dispar kami sudah menyampaikan kepada pelaku usaha biro perjalanan wisata untuk membuat paket wisata khusus Erau. Kami menyiapkan konsepnya, sementara pelaku usaha yang menyusun desain paket dan harganya,” ujar Kepala Bidang Promosi Wisata Dispar Kukar, Awang Ivan, Rabu (23/9/2026).
Dalam skema kolaborasi ini, pemerintah daerah bertindak sebagai fasilitator yang membantu memperluas jangkauan pemasaran. Konsep dan paket yang telah dirancang oleh pihak swasta nantinya dipublikasikan secara masif melalui berbagai platform media sosial resmi milik Dispar Kukar.
Sejauh ini, respons positif datang dari pelaku industri pariwisata lokal. Salah satu biro perjalanan, Mahakam Explore, tercatat telah menyiapkan paket khusus Erau yang kini mulai dipromosikan ke khalayak luas lewat kanal digital pemerintah.
Awang menilai, pelibatan sektor swasta ini memberikan keuntungan ganda bagi daerah. Selain mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Tenggarong, sinergi tersebut turut membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi para pelaku usaha pariwisata dan UMKM lokal.
“Kami membantu mempromosikan paket yang sudah dibuat pelaku usaha melalui kanal media sosial Dispar agar jangkauannya lebih luas,” katanya.
Tidak berhenti pada paket perjalanan festival, Dispar Kukar juga memperluas jejaring promosi dengan para pengelola objek wisata di berbagai kecamatan. Hal ini dilakukan agar arus kunjungan wisatawan selama momen Erau dapat terdistribusi secara merata ke destinasi-destinasi unggulan lainnya di Kukar.
“Kami ingin promosi wisata tidak hanya terpusat pada kegiatan Erau saja, tetapi juga mendorong wisatawan untuk mengunjungi destinasi-destinasi lain yang ada di Kukar,” pungkasnya.
Selain itu, kesuksesan festival juga didukung melalui kerja sama dengan asosiasi pelaku usaha dalam penyelenggaraan Expo Erau, yang menyediakan ruang khusus bagi produk kuliner serta kerajinan khas daerah. Dengan kolaborasi lintas sektor ini, pelaksanaan Erau 2026 diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Kukar.(Adv/Diskominfo Kukar)







