Beranda Daerah ​Sukses Amankan Garis Depan NKRI, Prajurit Pamtas Diminta Tetap Jaga Jiwa Profesionalisme

​Sukses Amankan Garis Depan NKRI, Prajurit Pamtas Diminta Tetap Jaga Jiwa Profesionalisme

38
0
BERBAGI

​Balikpapan, Kalimantan Timur – Prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia dari Yonkav 13/Satya Lembuswana dan Yonarmed 4/Parahyangan resmi menyelesaikan masa Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan Darat Tahun 2026, Senin (5/10/2026).

Seluruh prajurit diminta menjadikan pengalaman di garis depan sebagai modal utama untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan satuan.

​Pesan tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Kodam VI/Mlw, Brigjen TNI Andy Setyawan, saat memimpin upacara pelepasan Satgas Pamtas di Balikpapan.

​Dalam amanatnya, Brigjen TNI Andy Setyawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi seluruh prajurit yang telah bertugas selama kurang lebih satu tahun di wilayah terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

​“Terima kasih atas dedikasi dan pelaksanaan tugas operasi pengamanan perbatasan darat RI-Malaysia yang telah dilaksanakan secara profesional, sehingga berjalan dengan baik, aman, dan lancar,” ujar Brigjen Andy.

​Ia menambahkan, pengamanan wilayah perbatasan memiliki tantangan tersendiri karena prajurit berhadapan langsung dengan garis kedaulatan negara. Selama penugasan, para prajurit dinilai berhasil memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, serta menghormati norma-norma sosial masyarakat setempat.

​Keberhasilan penugasan ini kian bermakna karena tidak tercatat adanya pelanggaran hukum maupun Hak Asasi Manusia (HAM) oleh personel. Menurut Kasdam, kehadiran pasukan Pamtas tidak hanya menjamin keamanan warga perbatasan, tetapi juga menjadi benteng pertahanan negara.

​“Keberadaan kalian sebagai pasukan pengamanan perbatasan merupakan efek tangkal bagi pihak mana pun yang ingin merongrong kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI,” tegasnya.

​Menutup masa penugasan, Kasdam menginstruksikan seluruh prajurit untuk segera melakukan konsolidasi dan menyesuaikan diri sekembalinya ke pangkalan (homebase). Disiplin dan tata tertib keprajuritan harus kembali ditegakkan di setiap kegiatan.

​Selain itu, ia menekankan pentingnya inventarisasi dan akuntabilitas seluruh materiil operasi. “Laksanakan kegiatan pemeliharaan cegah sebelum penggudangan agar peralatan tersebut tetap siap digunakan dalam penugasan di masa mendatang,” perintahnya.

​Khusus untuk personel Yonarmed 4/Parahyangan yang harus menempuh perjalanan laut cukup jauh menuju satuan induk, Kasdam mengingatkan agar mengutamakan faktor keselamatan personel dan keamanan materiil selama proses pergeseran pasukan (serpas).

​Di akhir amanatnya, Andy berharap seluruh pengalaman lapangan yang didapat tidak sekadar menjadi catatan penugasan semata, melainkan bahan evaluasi berkelanjutan.

​“Jadikan pengalaman selama di daerah penugasan sebagai bahan evaluasi bagi peningkatan profesionalisme keprajuritan maupun pengembangan satuan dalam menghadapi tugas-tugas di masa depan,” pungkasnya.(AdminPena)

Sumber: Pendam VI/Mlw.

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here