Beranda Daerah Cegah Stunting dan Seks Bebas, DP2KB Kukar Optimalkan Peran Duta Genre Sebagai...

Cegah Stunting dan Seks Bebas, DP2KB Kukar Optimalkan Peran Duta Genre Sebagai Konselor Sebaya

41
0
BERBAGI
Sekretaris DP2KB Kukar, Sri Lindawati

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memaksimalkan peran Duta Generasi Berencana (Genre) sebagai konselor sebaya untuk membentengi remaja dari berbagai ancaman sosial.

Langkah ini difokuskan pada pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba, perilaku seksual berisiko, serta pernikahan dini yang bermuara pada upaya percepatan penanganan stunting sejak fase pra-nikah.

Sekretaris DP2KB Kukar, Sri Lindawati, menjelaskan bahwa Duta Genre yang direkrut melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di sekolah-sekolah memiliki posisi strategis sebagai teladan sekaligus sarana edukasi yang efektif.

Pendekatan peer education (edukasi teman sebaya) dinilai jauh lebih efektif karena pesan-pesan kesehatan reproduksi disampaikan lewat bahasa serta gaya komunikasi yang akrab dengan keseharian remaja.

“Tugas mereka menjadi konselor sebaya sekaligus teladan bagi teman-temannya di sekolah melalui PIK-R. Mereka membawa misi pencegahan narkoba, seks bebas, dan pernikahan dini,” ujar Sri Lindawati, Senin (19/10/2026).

Sri menegaskan, edukasi bagi generasi muda bukan sekadar membentuk perilaku sosial yang sehat, melainkan bagian dari strategi hulu dalam mencegah lahirnya bayi stunting di Kabupaten Kukar.

Pernikahan dini yang dilakukan tanpa kesiapan fisik, mental, serta kecukupan gizi berisiko tinggi memicu berbagai persoalan medis saat kehamilan, seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu muda hingga kehamilan tidak direncanakan.

Oleh karena itu, pendampingan yang melibatkan Petugas Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) gencar dilakukan untuk membekali remaja terkait perencanaan masa depan dan kesehatan reproduksi.

“Pencegahan stunting perlu dimulai dari perencanaan yang matang sejak remaja. Pernikahan dini sangat berisiko memicu persoalan kesehatan jika calon orangtua belum siap secara fisik maupun mental,” katanya.

Komitmen pembinaan remaja yang dijalankan DP2KB Kukar turut membuahkan hasil manis di tingkat regional. Pada ajang Pemilihan Duta Genre Tingkat Provinsi Kalimantan Timur, perwakilan Kukar berhasil menorehkan prestasi membanggakan.

Duta Genre putra asal Kukar sukses menyabet penghargaan kategori Best Advocacy, sementara Duta Genre putri meraih gelar Duta Forum.

Sri berharap capaian ini dapat memantik semangat pelajar lain di Kutai Kartanegara untuk aktif dalam wadah PIK-R dan berani menjadi agen perubahan di lingkungannya.

“Alhamdulillah, perwakilan Duta Genre Kukar berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi. Kami berharap pencapaian ini memotivasi remaja lain untuk aktif menyebarkan edukasi positif di lingkungan pergaulan sehari-hari,” pungkasnya.(Adv/Diskominfo Kukar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here