Beranda Daerah Setor PAD Rp 287 Miliar, PT MGRM Didorong Cari Sumber Pendapatan Baru...

Setor PAD Rp 287 Miliar, PT MGRM Didorong Cari Sumber Pendapatan Baru di Luar Migas

33
0
BERBAGI
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri hadiri Syukuran Hari Ulang Tahun Ke-8 Tahun (Sewindu PT MGRM) Senin (26/10/2026).

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara memacu PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) untuk segera mengekspansi lini bisnisnya.

BUMD milik Pemkab Kukar ini diminta tidak hanya menggantungkan pendapatan dari skema Participating Interest (PI) migas, tetapi juga berani merambah sektor-sektor usaha baru demi memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, saat menghadiri perayaan sewindu (ulang tahun ke-8) PT MGRM di Graha MGRM, Tenggarong, Senin (26/10/2026).

Aulia menekankan pentingnya peran BUMD sebagai mesin utama pencetak Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga Kutai Kartanegara tidak lagi terlalu bergantung pada dana perimbangan atau faktor eksternal di luar kendali daerah.

“Tren PAD kita saat ini menunjukkan sinyal positif. Ke depan, fokus utama kita adalah mendorong BUMD seperti MGRM menjadi penopang utama pendapatan daerah. Kita ingin Kukar bisa berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Aulia, Senin (26/10/2026).

Guna mendukung kemandirian tersebut, Pemkab Kukar tengah mengupayakan pembukaan peluang usaha baru, mulai dari negosiasi alokasi penambahan gas industri hingga penjajakan konsesi perkebunan kelapa sawit.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT MGRM, Efri Novianto, memaparkan bahwa sejak resmi beroperasi pada Oktober 2018, perusahaan telah memberikan kontribusi nyata bagi kas daerah.

Hingga saat ini, akumulasi dividen dan PAD yang telah disetorkan MGRM ke Pemkab Kukar mencapai sekitar Rp 287 miliar.

“Alhamdulillah, total kontribusi PAD yang sudah disetorkan mencapai Rp 287 miliar. Pada tahun anggaran 2026 ini, kami menargetkan tambahan setoran sekitar Rp 24 miliar, sehingga akumulasinya mendekati Rp 300 miliar,” ungkap Efri.

Meski demikian, Efri mengakui bahwa perolehan pendapatan dari PI Blok Mahakam sempat tertekan akibat tingginya biaya operasional dan penurunan produksi pada sumur-sumur migas tua.

Sebagai penyeimbang, kinerja keuangan perusahaan mulai terdongkrak setelah MGRM resmi menerima pengalihan PI 10 persen dari Blok Sanga-Sanga sejak Januari 2025.

Untuk melepaskan ketergantungan pada hasil olahan sumur migas semata, MGRM kini mulai gencar melakukan diversifikasi usaha non-PI.

Beberapa langkah strategis yang tengah berjalan yaitu, menjalin kerja sama dan penjajakan kontrak penyediaan moda transportasi serta logistik di lingkungan Pertamina Grup dan menjajaki alokasi gas dari pengelolaan Blok ENI Ganal.

Berdasarkan kalkulasi internal perusahaan, alokasi gas dari Blok ENI Ganal berpotensi menyumbang potensi pendapatan awal sekitar Rp 4 miliar, yang diproyeksikan terus meningkat seiring bertambahnya kuota alokasi.

“Kami berupaya keras menjaga bisnis utama yang ada sembari membuka peluang baru di sektor pendukung. Kami optimistis diversifikasi ini akan memperkuat ketahanan finansial MGRM sekaligus meningkatkan kontribusi bagi PAD Kukar,” tutupnya.

Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan delapan tahun BUMD ini, rangkaian perayaan sewindu MGRM bertema “Bergerak Searah Menjadi yang Terbaik” akan ditutup dengan ajang lari 5K Run yang berlokasi di objek wisata Pulau Kumala pada 22 November 2026 mendatang.(Adv/Prokom Kukar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here