Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Warga Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah, terutama di ruas penghubung Sedulang-Kedang Ipil dan Wonosari-Kedang Ipil. Hingga kini, perbaikan belum dilakukan, padahal akses tersebut sangat vital bagi aktivitas masyarakat.
Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, menyoroti dampak buruk dari kondisi jalan tersebut, terutama saat musim hujan. “Jika hujan turun, jalan ini tidak bisa dilewati. Warga terpaksa mencari jalur alternatif yang memakan waktu lebih lama,” ujarnya, Jumat (4/4/2025).
Jalan sepanjang satu kilometer di Sedulang-Kedang Ipil dan enam kilometer dari Wonosari ke Kedang Ipil disebut menjadi kendala utama mobilitas warga. Selain menghambat aktivitas ekonomi, kondisi jalan yang buruk juga berdampak pada akses pendidikan dan pelayanan publik.
Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2025 yang telah digelar, perbaikan jalan ini diusulkan sebagai prioritas utama. Julkifli menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal usulan ini agar segera direalisasikan. “Kami berharap pemerintah kabupaten memberikan perhatian lebih, mengingat kondisi jalan yang semakin memprihatinkan,” katanya.
Sementara itu, warga setempat berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mempercepat perbaikan. “Setiap musim hujan, jalan semakin sulit dilalui. Kami butuh solusi segera,” ungkap seorang warga Kedang Ipil.
Seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, akses jalan yang layak menjadi kebutuhan mendesak. Jika tidak segera diperbaiki, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh warga Kota Bangun Darat, tetapi juga berimbas pada perekonomian dan kelancaran layanan publik di wilayah tersebut. (ADV Diskominfo Kukar/ dp-as)







