Beranda Daerah Lamin Pulut Belum Dialiri Listrik PLN, Warga Keluhkan Dampaknya pada Kehidupan Sehari-hari

Lamin Pulut Belum Dialiri Listrik PLN, Warga Keluhkan Dampaknya pada Kehidupan Sehari-hari

289
0
BERBAGI
Kepala Desa Lamin Pulut, Antonius Wang Ngau

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur — Desa Lamin Pulut di Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), hingga saat ini belum menikmati aliran listrik dari PLN. Kondisi ini menjadi keluhan utama warga yang merasa tertinggal dalam hal pembangunan dasar.

Kepala Desa Lamin Pulut, Antonius Wang Ngau, menyampaikan bahwa ketidaktersediaan listrik sudah berlangsung sejak desa ini berdiri lebih dari satu abad lalu. Ia menegaskan, kebutuhan listrik menjadi hal mendesak karena berimbas pada banyak aspek kehidupan masyarakat.

“Sudah lebih dari satu abad desa kami berdiri, tapi belum pernah merasakan listrik PLN. Ini menjadi kebutuhan mendesak bagi warga,” ujar Antonius, Jumat (6/6/2025).

Berbagai upaya telah dilakukan pihak desa untuk menyampaikan aspirasi ke pemerintah daerah maupun pusat. Namun, hingga kini, belum ada realisasi konkret. Ketiadaan listrik, menurut Antonius, sangat mengganggu kegiatan pendidikan dan pelayanan publik.

“Kegiatan belajar mengajar dan pelayanan di kantor desa kerap terganggu karena tidak adanya koneksi digital yang layak. Sekolah dan kantor desa kesulitan menjalankan aktivitasnya karena tidak ada sinyal. Padahal ini zaman serba online,” jelasnya.

Selain listrik dan internet, infrastruktur jalan di Lamin Pulut juga masih jauh dari memadai. Dari total sekitar 8 kilometer jalan utama desa, baru 700 meter yang telah disemen melalui program pemerintah. Sisanya masih berupa jalan tanah yang sangat rentan rusak, terutama saat musim hujan.

“Kalau hujan dan banjir, jalan bisa terputus total. Ini menghambat distribusi logistik dan menyulitkan warga, apalagi sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor perkebunan sawit,” tambahnya.

Antonius juga mengusulkan pembukaan akses jalan alternatif menuju wilayah Kutai Barat (Kubar), yang secara geografis lebih dekat, agar mempermudah distribusi hasil pertanian dan kebutuhan logistik lainnya.

“Kami tidak menuntut berlebihan, tapi kami ingin merasakan kemerdekaan yang sama — ada listrik, jalan yang layak, dan internet untuk belajar dan bekerja,” tutupnya.(ADV Diskominfo Kukar/ dp-as)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here