Beranda Daerah Kukar Gelar Rakor Tiga Agenda Penting, Bahas Finalisasi Renstra, Peta FSVA, dan...

Kukar Gelar Rakor Tiga Agenda Penting, Bahas Finalisasi Renstra, Peta FSVA, dan NBM

165
0
BERBAGI
Rakor Finalisasi Rancangan Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025–2029

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) yang membahas tiga agenda utama. Agenda tersebut meliputi Finalisasi Rancangan Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025–2029, Pemutakhiran Peta Kerentanan dan Ketahanan Pangan (FSVA), serta penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM).

Kegiatan strategis ini berlangsung di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong pada Selasa (11/112025), dan dihadiri oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Kepala Desa di wilayah rentan pangan, Badan Gizi Nasional (BGN) Kukar, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Kukar Maslianawati Edi Damansyah, serta perwakilan Remaja Masjid.

Rakor tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, termasuk Marina dari Institut Pertanian Bogor, Ince Raden dari Unikarta Tenggarong, perwakilan Bulog, dan perwakilan BPS Kukar.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, dalam laporannya menyebutkan bahwa dalam acara tersebut dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) penyelamatan pangan.

“Kerja sama melibatkan lembaga donatur pangan. Lembaga donatur pangan akan menyumbangkan pangan berlebih kepada masyarakat yang membutuhkan. Kerja sama juga melibatkan relawan penyalur,” ujar Ananias.

Sementara itu, Sekda Kukar Sunggono, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa tiga tema rakor tersebut sangat penting dan strategis dalam penguatan ketahanan daerah.

“Saya berharap sinergi dan kolaborasi yang terbangun antara Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dengan lembaga donatur dapat mengurangi atau menghilangkan daerah-daerah (desa/kelurahan) yang masuk wilayah rentan dan rawan pangan di Kabupaten Kutai Kartanegara, termasuk potensi terjadinya gizi buruk dan stunting,” kata Sunggono.

Sekda Kab. Kukar, Sunggono

Ia menegaskan, penguatan ketahanan pangan harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Pemerintah, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat, hingga komunitas lokal.

“Tujuan akhirnya adalah mendorong ketersediaan pangan berkelanjutan dan mencegah kerawanan pangan serta stunting,” tambahnya.

Terkait agenda Renstra, Sunggono menjelaskan bahwa dokumen perencanaan jangka menengah (5 tahun) ini berfungsi sebagai pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) tahunan dan acuan pengendalian serta evaluasi kinerja perangkat daerah, disusun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Mengenai program ketahanan pangan daerah, Sekda menyebutkan perwujudannya dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pengembangan pertanian dan perikanan, penguatan cadangan dan distribusi pangan lokal, peningkatan kualitas gizi, serta pemanfaatan lahan pekarangan.

Lebih lanjut, penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM) ditekankan sebagai instrumen penting.

“Melalui NBM, kita dapat mengetahui ketersediaan, kebutuhan, serta keseimbangan antara produksi, distribusi, dan konsumsi bahan pangan masyarakat di wilayah kita. Data NBM ini sangat penting sebagai dasar dalam perumusan kebijakan pangan,” tutupnya.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan PKS Penyelamatan Pangan dengan tiga lembaga donatur, yaitu Hotel Grand Elty Tenggarong (mewakili PHRI), Rumah Makan Tepian Pandan (mewakili Rumah Makan), dan SPPG Tenggarong (mewakili SPPG/Program MBG dari Badan Gizi Nasional).

Selain itu, PKS juga ditandatangani dengan lembaga yang bertindak sebagai relawan pendistribusi pangan berlebih, yakni Kelompok Wanita Tani Kabupaten Kutai Kartanegara, Universitas Kutai Kartanegara, dan Yayasan Masjid Muhammad Sajid Tenggarong.(Adv Prokom Kukar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here