Beranda Daerah Sempat Dirawat akibat Terjebak Kebakaran Lahan di Samarinda, Lansia 60 Tahun Meninggal...

Sempat Dirawat akibat Terjebak Kebakaran Lahan di Samarinda, Lansia 60 Tahun Meninggal Dunia

25
0
BERBAGI

Samarinda, Kalimantan Timur – LA (60), warga Jalan Anggur RT 55, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, yang sempat menjalani perawatan medis intensif di RSUD AW Sjahranie usai terjebak kebakaran lahan, dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (14/10) sekitar pukul 09.00 WITA.

​Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi, membenarkan kabar duka tersebut saat ditemui di Mapolsek Samarinda Ulu.

​”Iya, benar. Saya mendapat kabar pagi tadi sekitar pukul 09.00 WITA bahwa korban telah meninggal dunia,” ujar Asriadi.

​Berdasarkan penanganan medis di rumah sakit, persentase luka bakar yang dialami korban ternyata lebih parah dari perkiraan awal.

​”Setelah seluruh tubuhnya dibersihkan oleh tim medis, baru diketahui bahwa luka bakar yang diderita korban mencapai 60 persen, bukan 30 persen seperti dugaan awal,” beber Kapolsek.

​Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah LA langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan.

​Atas kejadian ini, Asriadi mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.

​”Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua dan musibah seperti ini tidak terulang lagi. Saya sangat berharap tidak ada lagi warga yang membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar,” tegasnya.

​Meski korban telah meninggal dunia, pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

​”Kami masih terus menyelidiki kasus ini untuk memastikan apakah korban murni terjebak api atau ada unsur lain,” tambah Asriadi.

​Sebelumnya, peristiwa kebakaran ini pertama kali diketahui warga pada Selasa (13/10) siang sekitar pukul 14.00 WITA setelah melihat kobaran api membesar dan menghanguskan sebuah bangunan gubuk di areal tersebut.

​Menurut keterangan warga sekitar, LA memang rutin berkebun di lahan seluas satu hektar itu dan diketahui mulai membakar sampah/lahan sejak pukul 10.00 WITA.

​”Luas area yang terbakar tidak sampai satu hektar, hanya di sekitar gubuk milik korban. Diduga korban tertidur, lalu tiupan angin kencang membuat api merambat cepat ke gubuk tanpa ia sadari,” pungkas Asriadi.(AdminPena)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here