Beranda Daerah Krisis Air dan Fasilitas Belum Lengkap, Disketapang Kukar Tunda Peresmian Dua KPT

Krisis Air dan Fasilitas Belum Lengkap, Disketapang Kukar Tunda Peresmian Dua KPT

33
0
BERBAGI
Kepala Disketapang Kukar, Ananias

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memutuskan untuk menunda peresmian Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) di Desa Sumbersari (Kecamatan Loa Kulu) dan Desa Karang Tunggal (Kecamatan Tenggarong Seberang).

Meski pengerjaan fisik bangunan utama di kedua lokasi tersebut telah rampung, Disketapang Kukar masih harus merampungkan kelengkapan sarana pendukung serta mengatasi kendala krisis air pascadampak kemarau panjang.

Kepala Disketapang Kukar, Ananias, menjelaskan bahwa pemenuhan sarana pendukung dan optimalisasi sumber air akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2027 mendatang agar kawasan tersebut siap beroperasi secara maksimal.

“Peresmian belum kami laksanakan karena masih ada sarana pendukung yang perlu dilengkapi. Kemarau panjang juga mengganggu aktivitas di lapangan, terutama akibat keterbatasan ketersediaan air,” ujar Ananias, Selasa (20/10/2026).

Ananias menegaskan, KPT Sumbersari dan Karang Tunggal tidak sekadar dirancang sebagai tempat budidaya tanaman pangan semata, melainkan pusat integrasi pertanian modern berbasis hulu hingga hilir.

Kawasan ini diproyeksikan mencakup pengembangan agroindustri, agroteknologi, agribisnis, hingga destinasi agrowisata berbasis edukasi.

Melalui konsep terpadu ini, para petani dan masyarakat setempat dilatih untuk mengolah hasil panen mentah menjadi produk hilir yang memiliki nilai tambah, lengkap dengan proses pengemasan serta strategi pemasaran modern.

“Ke depan, masyarakat bisa belajar seluruh rantai proses, mulai dari budidaya, pengolahan hasil, pengemasan, hingga pemasaran produk pertanian,” katanya.

Guna memperkuat riset dan penerapan teknologi tepat guna di kawasan KPT, Disketapang Kukar menjalin kolaborasi strategis bersama tiga perguruan tinggi ternama, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Mulawarman (Unmul), dan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta).

Melalui kerja sama ini, mahasiswa yang menerjunkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan riset akademik diarahkan langsung untuk melakukan uji coba teknologi serta diseminasi inovasi di area KPT.

“Kami bekerja sama dengan Unikarta, Unmul, dan UGM. Mahasiswa KKN kami arahkan ke lokasi KPT agar inovasi yang mereka hasilkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendukung petani lokal,” pungkasnya.(Adv/Diskominfo Kukar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here