Beranda Daerah Komitmen Perlindungan Anak di Pesantren Warnai Peringatan Hari Santri 2026 di Kukar

Komitmen Perlindungan Anak di Pesantren Warnai Peringatan Hari Santri 2026 di Kukar

35
0
BERBAGI
Sekda Kukar, Sunggono bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat pada Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Kantor Bupati Kukar, Tenggarong, Kamis (22/10/2026).

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi momentum krusial untuk memperkuat perlindungan anak di lingkungan lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar bersama para pimpinan pondok pesantren secara resmi mendeklarasikan komitmen bersama untuk mewujudkan “Pesantren Ramah Anak” di seluruh wilayah Kutai Kartanegara.

Deklarasi tersebut dibacakan di hadapan ratusan santri, pimpinan organisasi Islam, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) saat Upacara Peringatan Hari Santri 2026 di Lapangan Kantor Bupati Kukar, Tenggarong, Kamis (22/10/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, H. Sunggono, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara menegaskan bahwa penciptaan ruang belajar yang aman dan bebas dari kekerasan merupakan syarat mutlak agar santri dapat berkembang secara optimal.

“Melalui komitmen bersama ini, kita ingin memastikan apa yang pernah terjadi di tempat lain tidak terjadi di Kutai Kartanegara. Pesantren di Kukar harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak kita yang sedang menimba ilmu,” ujar Sunggono.

Sunggono menyampaikan, keberadaan pesantren memiliki peran vital dalam membentuk karakter generasi muda yang jujur, mandiri, dan berintegritas.

“Melalui perlindungan dan pengasuhan yang tepat, pesantren diyakini mampu melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” katanya.

Membacakan amanat Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Sunggono mendorong para santri agar tidak ragu bercita-cita tinggi dan menguasai berbagai disiplin ilmu.

“Santri tidak boleh merasa kecil. Santri bisa menjadi apa saja—ulama, ilmuwan, pengusaha, hingga pemimpin bangsa. Syaratnya, kuasailah ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta tetap teguh memegang nilai keislaman,” tutupnya.

Peringatan Hari Santri 2026 di Kukar yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” ini berlangsung secara khidmah.

Selain pengibaran bendera Merah Putih dan pembacaan Resolusi Jihad, acara diisi dengan penyerahan bantuan paket sembako secara simbolis oleh Pemkab Kukar dan Forkopimda kepada para santri.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat rangkaian acara ditutup dengan tradisi khas Kutai, yaitu Beseprah makan bersama secara sederhana sambil duduk bersila di lapangan bersama ratusan santri dan pejabat daerah.(Adv/Diskominfo Kukar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here