Beranda Daerah KSOP Kelas III Sunda Kelapa Sosialisasikan Keselamatan Pelayaran “Terapkan Prinsip Tanpa Kompromi...

KSOP Kelas III Sunda Kelapa Sosialisasikan Keselamatan Pelayaran “Terapkan Prinsip Tanpa Kompromi demi Keselamatan, Jangan Langgar Aturan”

31
0
BERBAGI

Jakarta — Sosialisasi keselamatan pelayaran terus digencarkan oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Sunda Kelapa. Kali ini Kampanye Keselamatan Pelayaran digelar okeh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sunda Kelapa pada Jumat, 23 Oktober 2026, bertempat di Sunda Kelapa, Jakarta.

Kegiatan interaktif ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat sinergitas dan kolaborasi antar pemangku kepentingan (stakeholders) maritim di lingkungan Pelabuhan Sunda Kelapa, meningkatkan pemahaman pengguna jasa, serta menegaskan kembali bahwa keselamatan dan keamanan merupakan prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar di wilayah perairan Pelabuhan Sunda Kelapa. Mengusung komitmen “Zero Compromise for Safety, Don’t Bend the Rules” (Tidak Ada Kompromi untuk Keselamatan, Jangan Melanggar Aturan!), seluruh insan transportasi laut diajak untuk mematuhi seluruh prosedur operasi standar (SOP) serta peraturan perundang-undangan demi mewujudkan iklim pelayaran yang aman, nyaman, dan berintegritas.

Forum ini dihadiri oleh Wakil Kepala (waka) Kepolisian Sektor (polsek) Kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, AKP. Yudi Hermawan, Kepala Posmat TNI AL Sunda Kelapa, Lettu Rizki Baskara, Kepala Kantor Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Wilker Pelabuhan Sunda Kelapa, Dr. Regina Listyanhi, Kepala Satuan Pelayanan Sunda Kelapa Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan DKI Jakarta, Laily Zuhdiana, Perwakilan Kantor Bea Cukai Wilker Sunda Kelapa, Perwakilan Kantor Imigrasi Jakarta Utara, Perwakilan Satuan Patroli Daerah Ditpolairud Polda Metro Jaya, General Manager PT. Pelindo (Persero) Regional 2 Sunda Kelapa, Ahmad Fahmi dan para Ketua Asosiasi Sunda Kelapa, Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Sunda Kelapa, para pimpinan perusahaan pelayaran dan Perusahaan Keagenan Kapal, serta seluruh pegawai KSOP Kelas III Sunda Kelapa.

Momentum ini mempertegas peran penting pendekatan edukatif, preventif, serta kerja sama lintas sektor dalam meminimalisir potensi bahaya dan risiko kecelakaan di laut.

Apresiasi dan Panggilan Hati untuk Melayani dari Kepala KSOP Sunda Kelapa
Kepala Kantor KSOP Kelas III Sunda Kelapa, Hotman Siagian dalam sambutan utamanya menekankan bahwa keselamatan pelayaran adalah pondasi utama dari seluruh rangkaian aktivitas transportasi laut. dan panggilan hati untuk melayani. Sesuai dengan arahan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi bahwasanya:

a. Setiap kapal yang berlayar wajib mentaati aturan dan SOP serta membawa harapan, bukan ancaman; membawa kesejahteraan, bukan risiko.
b. Jangan pernah berkompromi dengan keselamatan; apabila ada kapal yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan, jangan pernah diberikan izin berlayar. Berani melaporkan persoalan dan mengambil tindakan pencegahan sejak dini daripada menutupnutupinya.
c. Integritas adalah kunci utama, di mana saudara harus berani melaporkan masalah dan menolak segala bentuk pelanggaran.
d. Segera kenali tanggung jawab baru dan langsung lakukan perbaikan tanpa menunggu masalah membesar atau adanya perintah atasan.

Hotman mengajak seluruh pemangku kepentingan dan stakeholder terkait untuk satukan tekad, visi, dan Upaya untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi yang harmonis, Marilah kita tingkatkan kolaborasi dan terus bersama-sama bersinergi dalam meningkatkan integritas serta “BEKERJA DENGAN HATI NURANI”.

Hotman juga menyampaikan pesan moral yang kuat agar budaya keselamatan tidak hanya menjadi slogan formalitas, melainkan meresap dalam setiap tindakan operasional, mulai dari tahap perencanaan, pengawasan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Beliau mengingatkan setiap operator kapal agar senantiasa “bekerja dengan hati nurani” dan memastikan setiap kapal yang berlayar membawa harapan serta kesejahteraan, bukan ancaman atau risiko bahaya. Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif dari seluruh pelaku usaha, operator kapal, awak kapal, dan masyarakat transportasi secara keseluruhan.

Kepala Kantor KSOP Kelas III Sunda Kelapa, Hotman Siagian, S.Si.T., S.E., M.M

Pada kesempatan tersebut, Hotman juga menegaskan untuk melaksanakan hal – hal sebagai berikut:
• Penguatan Sistem Pencatatan Manifest: Data manifest penumpang dan barang wajib mencerminkan kondisi sebenarnya di dalam kapal demi akurasi pengawasan keselamatan.
• Keterkaitan Manifest dengan Keselamatan: Data manifest bukan sekadar urusan administrasi, melainkan rujukan utama petugas saat melakukan tindakan darurat dan evakuasi apabila terjadi musibah.
• Pengawasan Ketat Terhadap Operator Kapal: Pengawasan kapasitas kapal dan ketersediaan alat keselamatan wajib diperketat sejak sebelum keberangkatan (pre-departure inspection).
• Perlindungan Hak Penumpang: Ketepatan data manifest menjadi dasar utama pendataan korban, penanganan darurat, serta pemberian perlindungan hukum dan bantuan.

KSOP Kelas III Sunda Kelapa berkomitmen untuk terus mentransformasi pelayanan maritim agar semakin cepat, transparan, dan berbasis digital tanpa menyampingkan aspek pengawasan. Beliau berharap, kegiatan ini tidak berhenti di ruang pertemuan ini saja, tetapi menjadi pemicu kesadaran kolektif bahwa keselamatan pelayaran adalah prioritas dan harga mati. Mari kita wujudkan laut yang aman, kapal yang laik laut, dan pelabuhan yang tertib, demi mewujudkan keselamatan jiwa, kelestarian lingkungan, dan kelancaran kegiatan ekonomi maritim kita.

Materi dan Komitmen Bersama Narasumber Pemateri
Dalam sesi paparan materi teknis, adapun narasumber menyampaikan materi sebagai berikut:
1. Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sunda Kelapa, Amin Nurjannah Menyampaikan pentingnya pengawasan operasional kepelabuhanan, prosedur penetapan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), dan tata kelola TERSUS/TUKS:
• Sanksi Pelanggaran Hukum: Sesuai UU No. 17 Tahun 2008, berlayar tanpa SPB mengancam pidana penjara hingga 5 tahun atau denda (Pasal 323). Mengoperasikan kapal tidak laik laut berancam pidana 3–10 tahun dan denda (Pasal 302).
• Ketentuan Operasional 24 Jam TUKS/TERSUS: Berdasarkan PM No. 52 Tahun 2021, kegiatan pengoperasian TERSUS/TUKS yang melampaui pukul 17.00 WIB wajib mengajukan permohonan peningkatan operasional 24 jam terlebih dahulu dengan memastikan kesiapan sarana keselamatan.
• Korelasi Keselamatan dan PNBP: Kepatuhan standar keselamatan menekan risiko musibah, menjamin kelancaran arus bongkar muat barang, dan secara langsung mengoptimalkan penerimaan negara. Tercatat hingga bulan September 2026, realisasi PNBP KSOP Kelas III Sunda Kelapa telah mencapai 99,97% dari target tahun berjalan, dengan semangat Peduli maka optimis akan dapat melampaui target capaian di akhir tahun.

2. Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas III Sunda Kelapa, Capt. Sonny Crouce Pardomuan Silaban Memaparkan regulasi utama keselamatan pelayaran, UU No. 66 Tahun 2024 tentang Perubahan UU Pelayaran, PP No. 31 Tahun 2021, PM 20/2015, dan NCVS/KM 65 Tahun 2009 serta 3 Pilar Utama Kelaiklautan Kapal (Seaworthiness) meliputi Fisik & Teknis Kapal, Sumber Daya Manusia (Kru Kapal), Manajemen & Hukum, serta Evaluasi Insiden.

Pentingnya pemenuhan persyaratan keselamatan dan kelaiklautan kapal sebagai upaya mewujudkan pelayaran yang aman dan tertib. Sonny juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun budaya keselamatan pelayaran dengan mengedepankan prinsip ”Zero Compromise for Safety, Don’t Bend the Rules!” sebagai komitmen bersama untuk tidak berkompromi terhadap aspek keselamatan pelayaran.

3. General Manajer PT. Pelindo (Persero) Regional 2 Sunda Kelapa, Ahmad Fahmi memaparkan terkait Profil Pelabuhan Sunda Kelapa. Dalam pemaparannya Ahmad Fahmi menyampaikan berbagai upaya dalam mendukung keselamatan pelayaran melalui peningkatan dan pemeliharaan fasilitas pelabuhan. Upaya tersebut meliputi perbaikan dermaga, perbaikan fender dan bolder, pemantauan pasang surut air laut melalui alat ukur peil scale, serta koordinasi terkait rencana pengerukan sedimentasi di kolam pelabuhan guna menjaga kedalaman perairan. Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen dalam meningkatkan keamanan dan keandalan fasilitas pelabuhan serta mendukung kelancaran operasional kapal. Pelindo juga menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi dengan KSOP Kelas III Sunda Kelapa serta pemangku kepentingan terkait untuk mewujudkan lingkungan pelabuhan yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang bersamaan bahwa Kantor KSOP Kelas III Sunda Kelapa juga melaksanakan pembagian life jacket kepada perusahaan pelayaran diantaranya kepada Asosiasi INSA, ISAA, APBMI, PT Pundi Arta, PT. Kelola Kencana, dan Perwakilan dari Marina Batavia. Melalui kegiatan tersebut, Kepala KSOP Kelas III Sunda Kelapa menyampaikan dengan tegas penggunaan dan ketersediaan perlengkapan keselamatan adalah harga mati dan semakin menjadi perhatian dalam setiap kegiatan pelayaran, untuk memberikan perlindungan kepada penumpang maupun awak kapal dalam menghadapi kondisi darurat di perairan.

Waka Polsek Sunda Kelapa, AKP Yudi Hermawan mengapresiasi atas gerak cepat pada hari pertama memulai tugas baru dan langsung menyelenggarakan kegiatan coffe morning dan kampanye keselamatan pelayaran yang dilaksanakan oleh Kepala KSOP Kelas III Sunda Kelapa guna meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran di wilayah Pelabuhan Sunda Kelapa.

”Kami memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepala KSOP Kelas III Sunda Kelapa serta jajaran atas terselenggaranya kegiatan ini. Kami berharap sinergi antara KSOP, kepolisian, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat guna menciptakan lingkungan pelabuhan yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif” Ujar Yudi.

Bersamaan dengan hal tersebut, Ketua DPC INSA, Budiman menilai kampanye keselamatan pelayaran tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pelaku usaha pelayaran dalam mengutamakan keselamatan operasional kapal. Ia juga mengapresiasi pemberian life jacket secara simbolis kepada stakeholder terkait sebagai bentuk penguatan kesadaran akan pentingnya alat keselamatan. “Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional. Kami berharap kegiatan ini semakin meningkatkan kepatuhan perusahaan pelayaran terhadap persyaratan keselamatan dan ketentuan yang berlaku,” ungkap Budiman.

Sementara itu, Ketua DPC ISAA, Iyus Rustamaji menegaskan dukungannya terhadap langkah KSOP Kelas III Sunda Kelapa dalam memperkuat pemahaman dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan pelayaran. Ia menilai koordinasi antara agen kapal, operator, dan otoritas pelabuhan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelayanan kapal yang tetap mengutamakan keselamatan.

“Kami mendukung pelaksanaan kampanye ini sebagai upaya membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama. Kami berharap komunikasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan terus ditingkatkan, sehingga setiap proses pelayanan kapal dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan keselamatan,” tegas Iyus.

Apresiasi serupa disampaikan oleh Ketua DPC APBMI, Andrias Adhitio yang menekankan pentingnya keselamatan sebagai bagian tidak terpisahkan dari kegiatan kepelabuhanan, termasuk aktivitas bongkar muat barang.

”Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada KSOP Kelas III Sunda Kelapa atas terselenggaranya kegiatan ini. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak yang berkegiatan di pelabuhan. Oleh karena itu, kami mendukung penguatan koordinasi dan kolaborasi antar-stakeholder guna memastikan kegiatan operasional pelabuhan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar” tutur andreas.

Kegiatan Coffe morning Kampanye Keselamatan Pelayaran ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, menyamakan persepsi, serta membangun komitmen bersama dalam meningkatkan keselamatan pelayaran di wilayah kerja KSOP Kelas III Sunda Kelapa.

Rangkaian kegiatan Coffee Morning dan Kampanye Keselamatan Pelayaran Tahun 2026 kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif yang mempertemukan regulator dengan seluruh pemangku kepentingan insan maritim.
Dengan mengusung semangat “Zero Compromise for Safety, Don’t Bend the Rules”, KSOP Kelas III Sunda Kelapa bersama seluruh stakeholder menegaskan bahwa keselamatan bukan sekadar kewajiban, melainkan merupakan budaya dan investasi jangka panjang.

KSOP Kelas III Sunda Kelapa berkomitmen akan terus dan meningkatkan pelayanan prima, memperkuat pengawasan, membangun budaya keselamatan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

Tidak ada kompromi untuk keselamatan. Jangan melanggar aturan. Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab dan komitmen kita bersama.(AdminPena)

Sumber: Humas KSOP Kelas III Sunda Kelapa

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here