Beranda Daerah WBTB Resmi Disandang, Beseprah Kukar Bidik Penguatan Ekosistem Kebudayaan

WBTB Resmi Disandang, Beseprah Kukar Bidik Penguatan Ekosistem Kebudayaan

36
0
BERBAGI
Suasana ribuan warga yang antusias mengikuti tradisi Beseprah atau makan bersama di atas kain panjang dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 di depan Museum Mulawarman, Tenggarong, Kamis (24/9/2026).

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Tradisi Beseprah dalam perhelatan Erau Adat Kutai 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya sekadar ritual makan bersama, tetapi kini bertransformasi menjadi pilar utama dalam membangun ekosistem kebudayaan yang inklusif. Terlebih setelah tradisi sakral ini resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan RI pada 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, menjelaskan bahwa penetapan tersebut menjadi momentum penting agar perayaan Erau benar-benar dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat, bukan sekadar milik kalangan istana atau pejabat pemerintahan saja.

“Ya alhamdulillah ini merupakan agenda tahunan dan ini sebuah tradisi turun-temurun yang telah mengakar di masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara yang harapannya ini mampu menciptakan sebuah ekosistem kebudayaan,” ujar Heriansyah, Kamis (24/9/2026).

Heriansyah mengungkapkan, suksesnya penyelenggaraan tahun ini tidak lepas dari evaluasi mendalam yang dilakukan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan edisi-edisi sebelumnya. Perbaikan tata kelola dan mekanisme acara dilakukan agar esensi dari tema besar tahun ini, yaitu “Raja Menjamu Rakyatnya”, dapat tersampaikan secara utuh kepada publik.

“Ya, itu tadi kita memaknai bahwa tahun ini, tahun kemarin kita evaluasi dan tahun ini kita perbaiki sistem dan mekanismenya, tata kelolanya agar apa? Makna Erau itu benar-benar dapat dirasakan seluruh masyarakat,” katanya.

Melalui konsep baru yang diterapkan di Halaman Keraton atau Museum Mulawarman Tenggarong tersebut, sekat hierarki sosial dihilangkan. Pejabat, kerabat kesultanan, hingga masyarakat umum duduk bersama tanpa memandang status jabatan.

“Ini acara beseprah ini di mana ini sebagai kegiatan untuk menjamu masyarakatnya. Duduk bersama tanpa membedakan apa namanya ada yang berpangkat atau tidak ada yang berpangkat,” ungkapnya.

Kemeriahan tradisi ini juga didukung oleh partisipasi aktif berbagai pihak yang menyumbangkan beragam hidangan khas daerah. Makanan tersebut dinikmati bersama dalam suasana penuh keakraban di sepanjang ruas jalan utama.

“Makanan yang disajikan ini pertama makanan-makanan yang ciri khas Kutai, dari kita melihat ada kue, kemudian ada makanan berat, bermacam-macam,” pungkasnya.(Adv/Diskominfo Kukar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here