Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Pemerintah Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menempatkan pembukaan keterisolasian antarwilayah sebagai prioritas utama pembangunan infrastruktur tahun ini.
Melalui percepatan pembangunan jalan dan jembatan, Pemkec Sebulu berupaya memangkas rantai jarak tempuh serta kemacetan jalur memutar yang selama ini dialami warga saat hendak berpindah antardesa.
Camat Sebulu, Edy Fahruddin, menyampaikan bahwa realisasi 12 kegiatan fisik yang diserap dari program aspirasi DPRD Kukar ditargetkan mampu memenghubungkan titik-titik krusial di wilayahnya secara terpadu.
“Fokus utama kita adalah efisiensi mobilitas warga. Melalui program aspirasi DPRD, saat ini ada 12 kegiatan berjalan mencakup peningkatan badan jalan, semenisasi, hingga drainase yang terus kita kawal hingga akhir tahun,” kata Edy, Sabtu (24/10/2026).
Edy memaparkan, proyek strategis yang menjadi kunci pemangkasan rute perjalanan warga adalah pembukaan jalan tembus Sebulu Ilir menuju Desa Giri Agung yang melintasi jembatan baru.
Tak hanya itu, skema interkoneksi jangka panjang juga disiapkan untuk menghubungkan Desa Sebulu Modern, Desa Beloro, Desa Tanjung Harapan, hingga menembus wilayah Desa Lekaq Kidau.
Kehadiran koridor jalan terintegrasi ini diyakini akan menghilangkan ketergantungan warga pada rute lama yang cenderung memakan waktu lebih panjang.
“Ketika jalur dari Sebulu Modern, Beloro, Tanjung Harapan hingga Lekaq Kidau ini tersambung penuh, warga tidak perlu lagi melintasi rute memutar yang jauh. Aksesibilitas antarwilayah menjadi jauh lebih singkat dan terintegrasi,” katanya.
Kemudahan akses transportasi darat tersebut diakui akan berdampak langsung pada biaya logistik hasil bumi dan komoditas pertanian masyarakat Sebulu.
Selain itu, kelancaran akses jalan juga mempercepat waktu tanggap darurat kesehatan serta mempermudah anak-anak sekolah menuju fasilitas pendidikan antarwilayah.
Dengan dukungan alokasi anggaran daerah yang makin solid, Pemkec Sebulu optimistis pemerataan infrastruktur jalan antardesa dapat dituntaskan secara bertahap.
“Infrastruktur jalan adalah kebutuhan dasar yang sangat vital. Membaiknya kondisi keuangan daerah menjadi peluang besar bagi kami bersama Pemkab Kukar dan DPRD untuk menuntaskan konektivitas wilayah secara menyeluruh,” tutupnya.(Adv/Diskominfo Kukar)







