Ponorogo, Jawa Timur – Peluncuran Smart Digital School di SMP Negeri 4 Ponorogo menjadi momentum Polres Ponorogo mendorong pemanfaatan teknologi digital yang cerdas, aman, dan bertanggung jawab di kalangan pelajar.
Bersamaan dengan peluncuran program tersebut, Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., memimpin upacara bendera sekaligus mengingatkan siswa tentang pentingnya mencegah kenakalan remaja, menjauhi narkoba, dan bijak bermedia sosial, Senin (26/10/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00–07.30 WIB di SMPN 4 Ponorogo, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 92, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo, itu diikuti Wakapolres Ponorogo Kompol Try Widyanto Fauzal, S.I.K., M.Si., jajaran pejabat utama Polres Ponorogo, kepala sekolah, dewan guru, serta para siswa.
Dalam amanatnya, AKBP Damus Asa menekankan pentingnya kedisiplinan, integritas, dan kepatuhan terhadap aturan sebagai bekal pelajar menghadapi tantangan pergaulan. Ia mengingatkan siswa agar menjauhi penyalahgunaan narkoba, kebiasaan merokok, minuman keras, serta berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.
“Adik-adik harus mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Jangan mudah terpengaruh ajakan teman yang dapat merugikan diri sendiri, apalagi sampai mengorbankan masa depan. Gunakan masa sekolah untuk belajar, membangun karakter, meraih prestasi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan,” pesan Kapolres.
Kapolres juga menyoroti pentingnya literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, media sosial harus dimanfaatkan untuk kegiatan positif, seperti belajar dan mengembangkan kreativitas, bukan untuk menyebarkan berita bohong, melakukan perundungan, atau merugikan orang lain.
“Teknologi harus menjadi sarana untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri, bukan justru membawa kita pada masalah. Bijaklah bermedia sosial, jangan ikut menyebarkan hoaks, jangan melakukan perundungan, dan pikirkan dampak setiap tindakan sebelum mengunggah atau membagikan sesuatu,” tegasnya.
Selain pembinaan karakter dan literasi digital, AKBP Damus Asa mengingatkan para siswa agar tertib berlalu lintas dengan mematuhi rambu-rambu, mengutamakan keselamatan, serta menggunakan helm sesuai ketentuan. Kesadaran berlalu lintas, menurutnya, perlu ditanamkan sejak dini untuk melindungi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Ia turut menegaskan bahwa Polri hadir sebagai sahabat pelajar. Para siswa diharapkan tidak ragu meminta bantuan kepada guru, orang tua, maupun kepolisian ketika menghadapi persoalan, termasuk perundungan, ancaman, atau situasi yang membutuhkan perlindungan.

“Polri hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, termasuk adik-adik pelajar. Jangan pernah merasa sendirian ketika menghadapi masalah. Berani berbicara dan meminta pertolongan kepada orang yang tepat merupakan langkah penting untuk mencegah persoalan menjadi lebih besar,” ujarnya.
Upacara berlangsung dengan rangkaian pengibaran Sang Merah Putih, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta Ikrar Pelajar Indonesia. Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan peluncuran Smart Digital School.
Program tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran sekaligus meningkatkan literasi digital di lingkungan sekolah. Melalui pemanfaatan teknologi secara bijak, para pelajar diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, menjaga etika dalam berkomunikasi, serta memahami risiko dan tanggung jawab saat beraktivitas di ruang digital.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polres Ponorogo mendekatkan pelayanan kepolisian kepada pelajar sekaligus memperkuat pembinaan generasi muda serta sebagai wujud Polisi Peduli Pendidikan. Kolaborasi antara kepolisian, sekolah, guru, dan orang tua diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta membentuk pelajar yang disiplin, berkarakter, sadar hukum, dan siap menghadapi perkembangan teknologi.(AdminPena)







