Beranda Daerah Pemkab Kukar Tunda Program Gertam Babe akibat Kemarau

Pemkab Kukar Tunda Program Gertam Babe akibat Kemarau

32
0
BERBAGI
Kepala Disketapang Kukar, Ananias

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengambil langkah strategis dengan menunda pelaksanaan Gerakan Tanam Bawang Merah dan Cabai (Gertam Babe) Tahun 2026. Penundaan ini dilakukan akibat cuaca kemarau yang memicu keterbatasan ketersediaan air di kawasan budidaya.

Kepala Disketapang Kukar, Ananias, menegaskan bahwa pemerintah daerah memilih tidak memaksakan penyaluran bantuan sarana tanam demi mencegah risiko kerugian anggaran serta potensi kegagalan panen yang tinggi.

“Kalau kemungkinan berhasilnya tidak lebih daripada 10 persen, ya mending ditunda dulu. Bukan berarti kita pesimis, tetapi kita harus realistis. Kalau kondisinya seperti ini jangan dipaksakan,” kata Ananias, Kamis (8/10/2026).

Ananias menjelaskan, program Gertam Babe yang semula diproyeksikan menambah komoditas bawang merah pada tahun ini resmi dijadwalkan ulang untuk direalisasikan kembali pada 2027 mendatang.

“Tahun ini sebenarnya dengan bawang. Tapi karena kondisinya sedang kemarau, kami tunda dulu. Kita harus realistis, jangan melawan alam,” tuturnya.

Penundaan ini diambil meski Gertam Babe terbukti memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat. Program yang melibatkan Kelompok Wanita Tani, Tim Penggerak PKK, pihak sekolah, Ikatan Remaja Masjid, hingga warga binaan Lapas Perempuan ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus kemandirian ekonomi warga.

Melalui program ini, Disketapang Kukar memfasilitasi kebutuhan budidaya secara menyeluruh, mulai dari planter bag berkapasitas 35 liter, tanah humus, pupuk kandang, pupuk NPK, pupuk organik cair, hingga bibit cabai.

Di beberapa kawasan, hasil penjualan panen cabai bahkan berhasil dikelola menjadi modal bergulir dan memberikan tambahan kas kelompok dalam jumlah besar.

“Yang di Sangasanga, terakhir saya datang ke sana, dari hasil mereka berjualan cabai di kas kelompok sudah Rp15 juta. Di Handil Terusan, Anggana juga lumayan banyak. Di Samboja ada juga yang sudah berhasil,” ujarnya.

Program Gertam Babe sejatinya dirancang dengan prinsip keberlanjutan. Tanaman cabai yang sudah tidak produktif setelah masa panen satu tahun akan dicabut, sedangkan media tanamnya diolah kembali untuk ditanami bibit baru menggunakan dana kas kelompok.

Meski memiliki potensi ekonomi yang besar, Pemkab Kukar tetap menempatkan kalkulasi risiko cuaca sebagai pertimbangan utama.

“Pemerintah akan mematangkan kembali kesiapan sarana pendukung ketersediaan air agar pelaksanaan Gertam Babe pada 2027 mendatang dapat berjalan optimal,” pungkasnya.(Adv/Diskominfo Kukar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here