Beranda Daerah Cegah Penerima Ganda, Disdikbud Kukar Sinkronkan Beasiswa 2027 dengan KIP dan “Gratispol”

Cegah Penerima Ganda, Disdikbud Kukar Sinkronkan Beasiswa 2027 dengan KIP dan “Gratispol”

36
0
BERBAGI
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mematangkan skema dan pengusulan anggaran beasiswa pendidikan untuk tahun anggaran 2027.

Guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran, Disdikbud Kukar melakukan penataan dan sinkronisasi data penerima agar tidak terjadi duplikasi dengan program bantuan pendidikan dari pemerintah pusat maupun provinsi.

Sektor perimbangan bantuan yang diselaraskan meliputi Kartu Indonesia Pintar (KIP) milik Pemerintah Pusat, program Gratispol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik milik Pemkab Kukar.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, menjelaskan bahwa penyusunan skema beasiswa jenjang PAUD hingga SMP ini tidak hanya menyasar individu siswa dari keluarga prasejahtera, tetapi juga mempertimbangkan pemetaan sekolah yang berhak menerima alokasi.

“Basisnya nanti bukan hanya orang yang tidak mampu, tetapi juga sekolah. Jadi, sekolah-sekolah yang memang berhak menerima bantuan akan menjadi pertimbangan dalam skema beasiswa ini. Jangan sampai terjadi duplikasi penerima,” ujar Heriansyah, Selasa (13/10/2026).

Heriansyah menegaskan, komitmen Pemkab Kukar dalam memajukan dunia pendidikan tidak berhenti pada penyediaan bantuan fisik seperti seragam gratis, buku, dan fasilitas sarana prasarana.

Ke depan, Disdikbud Kukar akan mengalokasikan perhatian besar pada pembenahan tata kelola serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Hal ini dinilai krusial karena kualitas mendidik dan keteladanan guru menjadi kunci utama pencetakan karakter generasi muda.

“Guru yang berkualitas dan memahami cara mendidik lebih penting daripada sekadar mengajar. Kalau mengajar itu sederhana, misalnya mengajarkan satu tambah satu sama dengan dua. Namun, mendidik berarti memberikan contoh atau menjadi teladan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berakhlak mulia,” katanya.

Rencana perluasan akses beasiswa dan keberlanjutan bantuan pendidikan ini mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya para orang tua siswa.

Shintya Riska Wati, salah seorang wali murid kelas satu sekolah dasar, mengaku sangat terbantu dengan adanya program perlengkapan sekolah gratis dari pemerintah daerah, terutama di tengah ketidakpastian pendapatan harian.

“Kalau memang ada beasiswa ini, saya senang sekali. Bisa membantu kami sebagai orang tua, apalagi yang kerjanya serabutan seperti saya, penghasilannya tidak menentu,” ungkap Shintya.

Ia berharap skema beasiswa 2027 mendatang dapat terealisasi secara merata dan menjangkau anak-anak yang benar-benar membutuhkan bantuan biaya pendidikan.

“Menurut saya, bantuan pemerintah di bidang pendidikan ini luar biasa. Seragam gratis, buku juga gratis. Harapannya beasiswa ini benar-benar ada dan bisa dirasakan anak-anak yang membutuhkan, jadi kami sebagai orang tua tidak terlalu berat memikirkan biaya sekolah,” pungkasnya.(Adv/Diskominfo Kukar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here