Beranda Daerah Pertama di Kukar, 500 Guru Mengaji Ikuti Sertifikasi dan Munaqasah Akbar

Pertama di Kukar, 500 Guru Mengaji Ikuti Sertifikasi dan Munaqasah Akbar

31
0
BERBAGI
Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara sekaligus Ketua Umum LPTQ Kukar, Sunggono, memberikan sambutan saat membuka kegiatan Sertifikasi dan Munaqasah Akbar Guru Mengaji Se-Kabupaten Kutai Kartanegara di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Tenggarong, Sabtu (17/10/2026).

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) secara resmi memulai program Sertifikasi dan Munaqasah Akbar Guru Mengaji Se-Kabupaten Kukar.

Agenda perdana dalam sejarah pendidikan keagamaan di Kukar ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, H. Sunggono, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar, di Pendopo Wakil Bupati, Tenggarong, Sabtu (17/10/2026).

Sebanyak 500 guru mengaji dari sembilan kecamatan dijadwalkan mengikuti seluruh tahapan sertifikasi dan pengujian (munaqasah) yang berlangsung selama dua hari, mulai 17 hingga 18 Oktober 2026.

Membacakan sambutan tertulis Bupati Kukar, Sunggono menegaskan bahwa sertifikasi ini merupakan langkah strategis daerah untuk menjamin mutu pengajaran Al-Qur’an serta membentuk karakter generasi muda di Kukar.

“Pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan infrastruktur fisik atau pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga pembangunan kualitas manusia. Sertifikasi ini bukan sekadar urusan administratif atau selembar kertas, melainkan ikhtiar memastikan pendidikan Al-Qur’an diajarkan oleh pendidik yang kompeten dan berintegritas,” kata Sunggono.

Sertifikasi dan munaqasah akbar ini terselenggara berkat kolaborasi antara LPTQ Kukar, Badan Koordinasi Pendidikan Al-Qur’an dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI) Kukar, serta Litbang AMM Yogyakarta.

Ketua BKPAKSI Kukar, Abdul Fatah, menjelaskan bahwa sebelum memasuki tahapan ujian sertifikasi, seluruh peserta telah melewati serangkaian pelatihan tahsin untuk menyempurnakan pelafalan ayat.

Fokus pelatihan mencakup ketepatan makhraj dan sifat huruf, penerapan hukum tajwid, hingga teknik membaca secara tartil guna menjaga kesucian makna Al-Qur’an.

“Pelatihan tahsin ini menjadi fondasi penting untuk mencegah terjadinya kesalahan bacaan (al-lahn) yang dapat mengubah arti ayat. Kami ingin memastikan standar pengajaran guru mengaji di Kukar benar-benar presisi sesuai kaidah,” ujar Abdul Fatah.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Kukar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru mengaji yang bertugas di tingkat tapak.

Sunggono menyebut, peran guru mengaji sangat vital karena menentukan bagaimana karakter, kedisiplinan, dan integritas moral anak-anak Kukar dibentuk sejak usia dini.

“Duduk bersama anak-anak, mengajari membaca Al-Qur’an, membetulkan makhraj, dan membimbing hafalan mungkin terlihat sederhana. Namun dari situlah fondasi kehidupan seorang calon pemimpin, guru, dokter, hingga pejabat masa depan sedang dibangun,” pungkas Sunggono.

Pemkab Kukar berharap para peserta dapat memanfaatkan momentum munaqasah ini untuk mengukur kemampuan diri sekaligus memperbarui metode pembelajaran yang adaptif sesuai perkembangan zaman.(Adv/Diskominfo Kukar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here