Beranda Daerah Buka Pekan Inovasi dan Kreativitas 2026, Bupati Aulia Tekankan Budaya Kerja Baru

Buka Pekan Inovasi dan Kreativitas 2026, Bupati Aulia Tekankan Budaya Kerja Baru

36
0
BERBAGI
Suasana pembukaan Pekan Inovasi dan Kreativitas Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2026 yang digelar secara virtual dari Ruang Martadipura, Kantor Bappeda Kukar, Tenggarong, Selasa (27/10/2026).

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong transformasi tata kelola birokrasi di tengah tekanan fiskal daerah.

Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, secara virtual membuka ajang Pekan Inovasi dan Kreativitas Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2026 yang dipusatkan di Ruang Martadipura, Kantor Bappeda Kukar, Kawasan Perkantoran Bupati, Tenggarong, Selasa (27/10/2026).

Dalam arahannya, Bupati Aulia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang seremonial perlombaan atau pembagian penghargaan bagi perangkat daerah. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi titik balik untuk membangun budaya kerja baru di lingkungan Pemkab Kukar yang terbuka terhadap perubahan, berorientasi pada data, serta fokus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita harus berani berinovasi. Kita harus berani mengubah cara kerja. Dan kita harus mampu menghasilkan manfaat yang lebih besar dengan sumber daya yang tersedia,” kata Aulia.

Aulia menyadari bahwa tantangan pembangunan daerah ke depan tidak semakin ringan, terutama di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah yang menuntut kecermatan pengelolaan anggaran.

Kendati demikian, keterbatasan anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur publik.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pola kerja yang sama, dengan cara berpikir yang sama, dan mengharapkan hasil yang berbeda,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Bupati mewajibkan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menerapkan kebijakan One Agency One Innovation. Setiap instansi dan unit kerja dituntut menghasilkan minimal satu inovasi yang benar-benar menjawab persoalan mendasar di tengah masyarakat, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif laporan.

“Jangan sampai kita memiliki banyak aplikasi tetapi masyarakat tetap kesulitan mendapatkan pelayanan. Jangan sampai kita memiliki banyak program baru tetapi persoalan yang sama terus berulang,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar, Dr. Bahari Jokosusilo, melaporkan bahwa Pekan Inovasi dan Kreativitas 2026 diselenggarakan untuk memberikan apresiasi, memotivasi, serta menjaring ragam inovasi pelayanan publik dari berbagai lapisan masyarakat.

“Tujuan utamanya adalah menginventarisir dan mendaftarkan karya inovasi perangkat daerah serta masyarakat untuk memperoleh Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) melalui Kemenkumham, sekaligus mempersiapkan wakil Kukar ke ajang inovasi tingkat nasional,” pungkas Dr. Bahari.

Rangkaian acara tahun ini diikuti oleh 25 nominator dari berbagai kategori, meliputi perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, desa, puskesmas, hingga kalangan pemuda dan mahasiswa.

Tahapan penilaian akan berlanjut melalui penginputan proposal daring, observasi lapangan, hingga presentasi wawancara pada Desember mendatang.

Puncak acara pembukaan turut diwarnai dengan penyerahan penghargaan kepada 15 pemenang Pekan Inovasi dan Kreativitas 2025 serta 10 inovator terbaik tahun ini.(Adv/Prokom Kukar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here