Beranda Daerah Bupati Kukar Dorong Warga Binaan Lapas Tenggarong Punya Bekal Ekonomi

Bupati Kukar Dorong Warga Binaan Lapas Tenggarong Punya Bekal Ekonomi

36
0
BERBAGI
Bupati Kutai Kartanegara dr. Aulia Rahman Basri memberikan sambutan saat meresmikan kawasan produktif terpadu SAE PASTARUNG di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong, Selasa (27/10/2026).

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperluas ruang inklusi dan pemberdayaan masyarakat, termasuk bagi warga binaan pemasyarakatan.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, secara resmi meresmikan kawasan produktif terpadu SAE Pastarung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong, Selasa (27/10/2026).

Kawasan ini diinisiasi melalui program Simpul Berdaya untuk mengintegrasikan seluruh lini pembinaan warga binaan, mulai dari pelatihan keterampilan, praktik kerja produktif, hingga manajemen pemasaran hasil karya.

Bupati Aulia mengapresiasi transformasi signifikan yang dilakukan jajaran Lapas Tenggarong dalam menyulap area tersebut menjadi sarana edukasi dan produktivitas yang representatif.

“Awalnya, tempat ini belum seperti sekarang. Hari ini saya melihat perkembangannya luar biasa, menjadi kawasan yang nyaman sekaligus sarana edukasi yang baik untuk membekali warga binaan,” ujar Aulia.

Aulia menegaskan bahwa masa menjalani hukuman di balik jeruji besi harus dimanfaatkan sebagai momentum transformasi diri. Pembinaan tidak boleh sekadar bersifat administratif, melainkan harus berorientasi pada penciptaan keahlian nyata.

Menurutnya, stigma negatif yang kerap melekat pada mantan warga binaan harus dipangkas melalui pembekalan keterampilan ekonomi yang mumpuni, sehingga mereka siap kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat setelah bebas.

“Kita berharap warga binaan mendapatkan pembinaan yang baik, sehingga ketika kembali ke masyarakat, mereka menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, dan tidak dipandang sebelah mata,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga merespons tantangan keterbatasan lahan yang dihadapi Lapas Tenggarong dalam memperluas skala program pelatihan. Pemkab Kukar menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna mencarikan alternatif perluasan lahan melalui mekanisme kerja sama yang sah.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa, memaparkan bahwa dari total sekitar 1.300 warga binaan yang ada saat ini, baru sekitar 31 orang yang dapat tertampung secara optimal dalam program pembinaan kemandirian intensif.

Keterbatasan fasilitas dan ruang gerak menjadi tantangan utama yang ingin dijawab melalui pengembangan SAE Pastarung. Berdiri di atas lahan kolaborasi seluas 5,6 hektar bersama mitra swasta, kawasan ini fokus mengembangkan sektor ketahanan pangan seperti peternakan ayam petelur—yang menghasilkan 6.000 hingga 7.000 butir telur per hari—serta sektor pertanian.

Wayan mengakui, aspek hilirisasi dan pemasaran produk masih menjadi tantangan terbesar agar program pembinaan ini dapat berkelanjutan secara mandiri secara finansial.

“Memproduksi barang mungkin bisa dilakukan, tetapi tantangan utamanya adalah bagaimana memasarkannya. Karena itu, melalui program Simpul Berdaya, kami mengintegrasikan pelatihan, produksi, hingga akses pemasaran agar warga binaan benar-benar siap mandiri,” pungkas Wayan.(Adv/Diskominfo Kukar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here