
Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memperketat pemantapan teknis penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) XLVI tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2026. Berbagai persiapan tersebut dibahas secara mendalam dalam agenda ekspose bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kaltim di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Selasa (3/11/2026).
Agenda ini membedah kesiapan menyeluruh menjelang perhelatan akbar yang dijadwalkan bergulir pada 3 hingga 11 Desember 2026. Fokus utama diarahkan pada kesiapan fasilitas fisik, penyusunan buku panduan, pengaturan agenda kedatangan peserta, hingga kualitas pelayanan kafilah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menekankan bahwa koordinasi lintas sektor ini memegang peranan vital agar seluruh tahapan acara memiliki keselarasan pemahaman.
“Melalui forum ini, kita menegaskan betapa pentingnya koordinasi sebagai langkah krusial untuk menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi, serta membangun komunikasi bersama demi menyukseskan penyelenggaraan MTQH tingkat Provinsi Kaltim,” ujar Sunggono.
Pemkab Kukar berkomitmen untuk menghadirkan sokongan penuh selama perhelatan berlangsung, mulai dari penyediaan akomodasi penginapan, armada transportasi, katering, hingga kesiapan tim layanan medis. Mengingat jumlah peserta dan official yang hadir diperkirakan menembus angka lebih dari 1.500 orang dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim, standar pelayanan menjadi prioritas utama.
Terlebih lagi, momentum pelaksanaan tahun ini membawa semangat tersendiri menyusul suksesnya Provinsi Kaltim merengkuh gelar juara umum pada ajang STQ Nasional 2025 lalu.
“Kami ingin menjadi tuan rumah yang ramah, hangat, dan berkesan bagi seluruh kafilah yang datang. Semangat kita dalam menyelenggarakan perhelatan ini semakin besar, terlebih Kaltim baru saja sukses meraih predikat juara umum pada STQ Nasional 2025,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar ajang perlombaan membaca kitab suci, Sunggono mengingatkan bahwa MTQH merupakan wahana strategis dalam memperkuat syiar serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan hadis.
Di sisi lain, Sekda Provinsi Kaltim sekaligus Ketua LPTQ Kaltim, Sri Mulyani, melontarkan apresiasi tinggi atas kesiapan dan rekam jejak Kukar yang dinilai sangat berpengalaman dalam menghelat kegiatan skala besar.
“Bagi saya, Kukar ini sudah sangat punya rekam jejak dalam penyelenggregarakan berbagai kegiatan, baik berskala nasional maupun daerah,”* pungkas Sri Mulyani.
Dalam kesempatan tersebut, LPTQ Kaltim turut memberikan sejumlah catatan krusial, salah satunya percepatan distribusi buku panduan kepada seluruh kafilah paling lambat pada 19 November 2026 mendatang. Hal ini dimaksudkan agar agenda technical meeting dapat langsung berfokus pada substansi prinsipil, bukan lagi membahas persoalan teknis dasar.
Selain itu, proses verifikasi faktual peserta yang dijadwalkan pada 4 Desember 2026 turut menjadi perhatian agar seluruh perangkat daerah terkait dapat bersiaga penuh memberikan pelayanan optimal bagi para kontingen yang tiba di Tenggarong.(Adv/Diskominfo Kukar)






