Beranda Daerah BupatiEdwin: Jangan Puas dengan IPM 75,38, Layanan Pedalaman Harus Ditingkatkan

BupatiEdwin: Jangan Puas dengan IPM 75,38, Layanan Pedalaman Harus Ditingkatkan

35
0
BERBAGI
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin

Kutai Barat, Kalimantan Timur – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kutai Barat pada 2025 mencapai 75,38. Capaian tersebut menunjukkan perkembangan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama dari aspek pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat. Meski demikian, pemerataan pelayanan hingga wilayah pedalaman masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengatakan, peningkatan kualitas SDM harus terus menjadi prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, capaian IPM menjadi salah satu indikator untuk melihat perkembangan kesejahteraan masyarakat sekaligus bahan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Capaian ini menunjukkan adanya kemajuan dalam akses pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat. Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Pemerataan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan hingga ke wilayah pedalaman harus terus menjadi perhatian bersama,” ujar Edwin,pada Sabtu (7/11/2026).

Berdasarkan indikator pembentuk IPM, Kabupaten Kutai Barat mencatat Usia Harapan Hidup sebesar 74,23 tahun. Angka tersebut menggambarkan dimensi kesehatan masyarakat yang menjadi salah satu komponen penting dalam pengukuran pembangunan manusia.

Sementara itu, pada dimensi pendidikan, Harapan Lama Sekolah tercatat mencapai 13,4 tahun. Angka tersebut menunjukkan perkiraan lamanya pendidikan formal yang diharapkan dapat ditempuh anak-anak pada masa mendatang.

Adapun Rata-Rata Lama Sekolah masyarakat Kutai Barat mencapai 9,01 tahun. Indikator ini menggambarkan rata-rata jumlah tahun pendidikan formal yang telah dijalani penduduk berusia 25 tahun ke atas.

Ketiga indikator tersebut menjadi bagian penting dalam penghitungan IPM. Perkembangan pada setiap dimensi memberikan gambaran mengenai kualitas kehidupan masyarakat dan akses terhadap layanan dasar.

Edwin menilai capaian IPM sebesar 75,38 harus menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pemerataan akses pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian utama, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman dan kampung dengan keterbatasan akses.

Kondisi geografis Kutai Barat yang memiliki wilayah cukup luas menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan pembangunan. Ketersediaan fasilitas pendidikan, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta sarana pendukung pelayanan dasar perlu terus diperhatikan agar masyarakat memperoleh kesempatan yang sama.

Di bidang pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran perlu berjalan seiring dengan pemerataan fasilitas sekolah. Ketersediaan tenaga pengajar dan sarana pendidikan yang memadai juga menjadi faktor penting untuk mendukung keberhasilan pembangunan SDM.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan anak-anak di wilayah terpencil memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. Harapan Lama Sekolah sebesar 13,4 tahun menjadi salah satu indikator yang perlu terus didorong melalui peningkatan akses dan kualitas pendidikan.

Edwin berharap seluruh perangkat daerah dapat menjadikan capaian IPM sebagai bahan evaluasi dalam menyusun program pembangunan berikutnya. Setiap kebijakan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat berdasarkan kondisi dan karakteristik masing-masing wilayah.

“Peningkatan kualitas SDM juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masyarakat Kutai Barat menghadapi perkembangan ekonomi dan kebutuhan dunia kerja. Pendidikan yang lebih baik serta kondisi kesehatan yang terjaga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat,”tutupnya.(Adv/Diskominfo Kubar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here