Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengambil langkah protektif jelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada Desember 2026 mendatang. Pemkab Kukar meminta para pelaku usaha pariwisata, perhotelan, hingga kuliner untuk menjaga stabilitas harga dan tidak melipatgandakan tarif di tengah lonjakan ribuan pengunjung.
Dispar Kukar berencana menerbitkan surat edaran resmi yang disalurkan melalui berbagai asosiasi industri, seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), hingga Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI).
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, menegaskan bahwa kenyamanan para peserta dan kafilah dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim menjadi prioritas utama.
“Kita mengimbau pelaku usaha agar tidak menaikkan harga selama MTQ berlangsung. Kalau bisa memberikan diskon, tentu akan lebih baik dan dapat meringankan pengunjung,” tutur Ivan, Kamis (5/11/2026).
Selain mengendalikan stabilitas tarif, Dispar Kukar memanfaatkan momentum MTQ Kaltim 2026 sebagai ajang promosi wisata daerah secara masif. Strategi publikasi digital bakal digenjot melalui kampanye media sosial dengan menggandeng content creator lokal dan pemuda binaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Materi promosi yang disiapkan dikemas dalam format flyer, poster, serta video singkat interaktif agar mudah menjangkau wisatawan berusia muda.
“Promosi akan kita perkuat melalui media sosial. Saat MTQ nanti, peserta dan pengunjung dari 10 kabupaten/kota akan datang ke Kukar, dengan jumlah diperkirakan mencapai ribuan orang,” katanya.
Guna mempermudah para tamu daerah menyusun rencana perjalanan dan akomodasi selama berada di Tenggarong, Dispar Kukar menyusun direktori digital terpadu. Informasi tersebut mencakup daftar penginapan lengkap dengan ketersediaan kamar, kontak pemesanan, hingga kisaran tarif transparan.
Tak hanya sektor perhotelan, peta rekomendasi kuliner dan destinasi wisata unggulan seperti Taman Gubang hingga Taman Seri turut disajikan secara terbuka.
“Informasi penginapan kita rangkum dalam satu konten. Mulai dari nama hotel, jumlah kamar, alamat, nomor kontak, hingga harga,” jelas Ivan.
“Kita tidak hanya mempromosikan kuliner khas Kutai, tetapi juga tempat makan, kafe, dan lokasi nongkrong. Jadi, pengunjung memiliki banyak pilihan selama berada di Tenggarong,” pungkasnya.
Melalui sinergi promosi digital dan komitmen perlindungan konsumen dari lonjakan harga sepihak, Pemkab Kukar optimistis helatan keagamaan ini mampu memutar roda ekonomi lokal, meningkatkan tingkat hunian penginapan, serta memicu pertumbuhan UMKM kreatif daerah.(Adv/Diskominfo Kukar)







