Baikpapan, Kalimantan Timur – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menggelar kegiatan Airport Emergency Committee (AEC) Meeting, Airport Security Committee (ASC) Meeting Ke-III, serta simulasi Table Top Exercise Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan ini bertujuan untuk menguji koordinasi, komunikasi, serta efektivitas penanganan keadaan darurat dan keamanan penerbangan secara terpadu.
Pelaksanaan kegiatan ini berlandaskan pada sejumlah regulasi nasional dan regulasi internal bandara, di antaranya:
1. Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan;
2. PM 140 Tahun 2015 tentang Program Penanggulangan Keadaan Darurat Keamanan Penerbangan Nasional;
3. PM 09 Tahun 2024 tentang Keamanan Penerbangan Nasional;
4. KM 39 Tahun 2024 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional;
5. Program Keamanan Bandar Udara Internasional SAMS Sepinggan;
6. Airport Contingency Plan Bandar Udara Internasional SAMS Sepinggan.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengatakan “Dinamika ancaman terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan sipil terus berkembang dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) bandara merupakan hal yang mutlak,” ujar Iwan.
“Sesuai ketentuan, Airport Emergency Committee Meeting dilaksanakan minimal satu kali dalam setahun dan dirangkaikan dengan Table Top Emergency Exercise. Sementara itu, berdasarkan KM 39 Tahun 2024, pertemuan komite keamanan bandara dilakukan minimal empat kali dalam setahun, di mana pertemuan ke-III tahun ini kami padukan dengan Table Top Security Exercise,” terang Iwan.
“Melalui simulasi Table Top Exercise, seluruh anggota komite diajak menyamakan pemahaman mengenai peran, fungsi, dan tanggung jawab masing-masing instansi saat menghadapi kondisi darurat kecelakaan maupun potensi ancaman keamanan di area bandara,” tambah Iwan.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan kunci di wilayah Balikpapan dan Kalimantan Timur, Komandan Lanud Dhomber Balikpapan, perwakilan Otoritas Bandara Wilayah VII, perwakilan Polresta Balikpapan, Kodim 0905 Balikpapan, Ditpolairud Polda Kaltim, Balai Karantina, Basarnas, BMKG, AirNav Indonesia, perwakilan maskapai penerbangan, serta jajaran rumah sakit dan puskesmas rujukan setempat.
Dalam sesi diskusi, para peserta menyepakati pentingnya penetapan jalur komunikasi darurat yang efektif, penyiapan perangkat Radio HT antarinstansi, penentuan transisi status keamanan yang jelas, serta respons cepat sesuai standar operasional penerbangan.
Dengan terselenggaranya seluruh rangkaian Table Top Exercise ini, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan menegaskan komitmennya dalam menjaga standar keselamatan dan keamanan penerbangan yang tinggi di gerbang udara Kalimantan Timur. (AdminPena)
Sumber: Humas Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan







